news

Serukan Serangan Nuklir ke Gaza, Anggota Kongres AS Dikecam Dunia Internasional

Sabtu, 24 Mei 2025 | 14:15 WIB
Israel Kembali Menyerang Gaza (Foto : Abed Rahim Khatib/Anadolu Agency)

INSIBERNEWS - Pernyataan kontroversial datang dari anggota Kongres Amerika Serikat, Randy Fine, yang menyerukan penggunaan bom nuklir terhadap Gaza dalam sebuah wawancara bersama Fox News.

Anggota Partai Republik ini membandingkan konflik Israel-Palestina dengan Perang Dunia II dan menyatakan bahwa solusi terhadap Hamas adalah serangan total tanpa kompromi, bahkan menyebut perlunya langkah ekstrem seperti yang pernah dilakukan terhadap Jepang di Hiroshima dan Nagasaki.

Baca Juga: Rumah Mewah dan Aset Triliunan Disita KPK, Bongkar Skandal Akuisisi Jembatan Nusantara

Menurut Fine, proses negosiasi gencatan senjata yang selama ini berjalan dianggap tidak efektif. Ia menolak ide kompromi atau kesepakatan damai dengan menyatakan,

"Satu-satunya cara untuk mengakhiri konflik ini adalah dengan penyerahan total dari mereka yang mendukung terorisme Muslim."

Ia kemudian menyamakan Hamas dengan Nazi dan Kekaisaran Jepang pada masa perang dunia, yang menurutnya harus dihadapi dengan pendekatan militer tanpa syarat.

Baca Juga: Usulan Hapus Batas Usia Kerja Dinilai Solutif, Celios: PHK Bukan Akhir Jalan Karier

Ia menambahkan, "Dalam Perang Dunia II, kita tidak berdamai dengan Nazi atau Jepang. Kita menggunakan bom nuklir dua kali untuk memaksa mereka menyerah. Itu juga yang seharusnya dilakukan sekarang," ucapnya.

Pernyataan ini menuai reaksi keras dari sejumlah kalangan, termasuk aktivis HAM, komunitas internasional, dan sebagian warga AS sendiri yang menilai ucapannya tidak manusiawi dan memicu kebencian.

Baca Juga: Efek Kekalahan di Pemilu, Presiden Filipina Minta Para Menteri Mundur Sukarela

Fine juga menyebut bahwa “budaya” yang ada di Gaza adalah bagian dari masalah yang harus dikalahkan, pernyataan yang dinilai rasis dan menggeneralisasi warga Palestina secara keseluruhan. Ia menyatakan tidak ada tempat bagi kompromi terhadap "budaya yang merayakan kekerasan," tanpa membedakan antara kelompok bersenjata dan warga sipil.

Baca Juga: Selfie di Mahkamah Agung: Foto Harun Masiku Bareng Hasto dan Djan Faridz Diungkap di Sidang

Komentar anggota kongres ini mencuat di tengah mandeknya negosiasi damai yang tengah diupayakan oleh sejumlah pihak internasional.

Mesir, Qatar, dan Amerika Serikat diketahui masih berusaha menengahi kesepakatan gencatan senjata jangka panjang, di tengah krisis kemanusiaan yang makin parah di Jalur Gaza sejak konflik kembali memanas pada Oktober 2023.

Halaman:

Tags

Terkini