news

Prabowo Bakal Hadiri May Day di Monas, Siap Dengarkan Aspirasi Buruh

Rabu, 30 April 2025 | 14:19 WIB
Presiden Prabowo Subianto (Foto :Instagram)

INSIBERNEWS - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan hadir dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Kamis, 1 Mei 2025. Kehadiran Prabowo dalam acara ini merupakan respons langsung atas undangan dari sejumlah serikat pekerja yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).

Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi usai menghadiri acara silaturahmi bersama perwakilan serikat pekerja di kompleks parlemen, Rabu (30/4).

Baca Juga: Terdampak Kasus Dugaan Kekerasan Pemain Sirkus OCI, Direktur Taman Safari Ingin Mediasi dengan Korban

Prasetyo menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memberikan perhatian serius terhadap suara dan aspirasi para pekerja. Menurutnya, Prabowo memandang buruh sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kerja sama yang harmonis antara pemerintah, pelaku usaha, industri, serta para pekerja.

"Presiden menilai buruh adalah mitra strategis dalam membangun bangsa. Semua pihak harus saling menguatkan, bukan saling menjatuhkan," ujar Prasetyo.

Baca Juga: Bantuan Senilai Rp300 Juta Diberikan Dedi Mulyadi untuk Korban Dugaan Kekerasan OCI Taman Safari

Lebih lanjut, Prasetyo menekankan perlunya kebersamaan dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang sedang tidak menentu. Ia mengingatkan bahwa komunikasi yang terbuka antara pengusaha dan pekerja sangat krusial agar tercipta kondisi kerja yang kondusif dan produktif.

Ia juga menyoroti pentingnya sikap saling memahami antar elemen masyarakat, terutama di tengah upaya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang ditargetkan mencapai 8 persen.

Baca Juga: BRI Berhasil Catatkan Laba Rp13,8 triliun di Tengah Dinamika Ekonomi Global

Dalam peringatan May Day kali ini, KSPI mengusung enam isu utama yang menjadi tuntutan kalangan buruh. Isu-isu tersebut antara lain penghapusan sistem outsourcing, percepatan pengesahan RUU Pekerja Rumah Tangga, perlindungan buruh dalam revisi UU Ketenagakerjaan, upah layak, pengesahan RUU Perampasan Aset, serta pembentukan satuan tugas khusus untuk mencegah terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

Baca Juga: RI Bikin Satgas Nasional AI, Pemerintah Siap Tancap Gas Hadapi Disrupsi Teknologi

Acara May Day tahun ini diprediksi akan menjadi salah satu momentum penting bagi pemerintah dan para pekerja untuk membangun dialog terbuka serta memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan iklim ketenagakerjaan yang adil dan berkelanjutan. Kehadiran Presiden Prabowo di tengah para buruh diharapkan bisa menjadi awal dari pendekatan baru yang lebih humanis dan inklusif terhadap dunia kerja di Indonesia.

Tags

Terkini