news

Jangan Takut Tarif AS, China Ajak Negara Lain Lawan Tekanan Dagang

Rabu, 30 April 2025 | 10:45 WIB
Perang dagang AS dan China akan berlanjut karena Donald Trump kembali terpilih jadi Presiden AS (Instagram @ngomonginuang)

INSIBERNEWS - China kembali menegaskan sikap tegasnya terhadap kebijakan perdagangan Amerika Serikat (AS). Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, menyerukan kepada negara-negara di dunia agar tidak tunduk pada tekanan ekonomi, khususnya ancaman tarif yang sering digunakan Washington sebagai senjata dalam bernegosiasi.

Pesan ini disampaikan Wang saat menghadiri pertemuan Menteri Luar Negeri negara-negara BRICS yang digelar di Brasil pada awal pekan ini.

Baca Juga: Viral Konten, Hemat Miliaran: Dedi Mulyadi Jawab Sindiran 'Gubernur Konten' dari Kaltim

Dalam pernyataannya, Wang menyoroti perubahan sikap AS yang dinilainya ironis. Negara yang dulu dikenal sebagai pengusung utama prinsip perdagangan bebas, kini justru berbalik arah dengan menjadikan tarif sebagai alat tekanan politik dan ekonomi terhadap negara lain.

“Amerika Serikat memanfaatkan tarif untuk menuntut keuntungan besar dari semua pihak. Ini bukan perdagangan yang adil, melainkan paksaan terselubung,” ujar Wang seperti dilaporkan Bloomberg pada Selasa (29/4/2025).

Baca Juga: Hakim Heru Hanindyo Ngaku Tak Terima Suap, Sebut Namanya Dijual Hakim Lain Demi Vonis Bebas Ronald Tannur

Wang juga mengingatkan bahwa sikap diam dan ketakutan hanya akan memperkuat perilaku semena-mena dari pihak yang merasa unggul. Menurutnya, kompromi dalam menghadapi tekanan semacam ini justru memberi ruang lebih luas bagi kebijakan proteksionis AS untuk berkembang.

“Jika kita hanya diam dan terus mengalah, maka pelaku intimidasi akan merasa tak tersentuh dan semakin berani mencoba batas-batasnya,” tegas Wang.

Baca Juga: Bantuan Hibah Sapi Diselewengkan, Kementan Gandeng Polri Tuntaskan Penyimpangan

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran global terkait kebijakan perdagangan AS menjelang pemilu presiden. Presiden Joe Biden dan para pesaingnya diketahui tengah bersaing menunjukkan sikap keras terhadap China, termasuk melalui ancaman kenaikan tarif impor barang-barang dari Negeri Tirai Bambu.

Kondisi ini memicu ketegangan baru dalam dinamika perdagangan internasional yang sudah rapuh akibat konflik geopolitik dan perlambatan ekonomi global.

Baca Juga: Pelaku Pembunuhan Bocah 4 Tahun yang Tewas Terbakar Akhirnya Ditangkap di Tasikmalaya

Melalui forum BRICS, Wang Yi tampak ingin memperkuat solidaritas antarnegara berkembang agar tidak berjalan sendiri menghadapi tekanan ekonomi dari negara-negara besar. Ia mendorong kolaborasi dan semangat kolektif untuk membangun tatanan perdagangan global yang lebih adil.

“Ini saatnya kita bicara satu suara dan membentuk masa depan perdagangan dunia yang lebih seimbang, bukan didikte oleh satu negara saja,” pungkasnya.

Tags

Terkini