INSIBERNEWS - Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar, memilih untuk bersikap santai menanggapi dinamika politik menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.
Menyusul pernyataan Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, yang mengisyaratkan dukungan kembali kepada Prabowo Subianto, Cak Imin menganggap wacana itu terlalu dini untuk dibicarakan saat ini.
Baca Juga: Dua Gugatan kepada Jokowi Disidangkan di PN Solo, Sorot Mobil Esemka dan Ijazah
"Ya kan masih lama, tergesa-gesa. Tergesa-gesa amat, sih," ujar Cak Imin dengan nada santai saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/4/2025).
Menurutnya, saat ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakan kontestasi politik jangka panjang, apalagi ketika pemerintahan baru saja berjalan.
Baca Juga: Sri Mulyani Kaji Skema Pendanaan Fleksibel untuk Koperasi Desa Merah Putih
Cak Imin yang kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Kebudayaan mengatakan, dirinya baru saja menjalani peran barunya selama enam bulan. Ia bahkan menyelipkan guyonan yang mencairkan suasana.
"Baru jadi menteri enam bulan," katanya sambil tertawa ringan, merespons pertanyaan wartawan soal Pilpres 2029.
Baca Juga: Kejagung Serahkan Dokumen ke Dewan Pers, Usut Dugaan Perintangan Kasus Lewat Narasi Negatif
Ia menegaskan bahwa fokusnya saat ini adalah menjalankan tugas di kabinet sebaik mungkin dan berkontribusi langsung pada program-program pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, pekerjaan rumah bangsa masih banyak yang harus dituntaskan dan tidak semestinya dibayangi oleh manuver-manuver politik yang prematur.
Baca Juga: WhatsApp Luncurkan Fitur Stiker Kustom, Pengguna Bisa Buat Stiker Sendiri Tanpa Aplikasi Tambahan
Dengan gaya khasnya yang penuh humor namun tetap tegas, Cak Imin mengajak semua pihak untuk lebih mengedepankan kerja nyata daripada sekadar berspekulasi soal peta politik 2029.
“Mari kita jalanin yang sekarang dulu, bantu rakyat, bangun desa, urus yang dekat, baru nanti bicara yang jauh,” pungkasnya.