news

Spanyol Pilih Dekat dengan China, Tak Gentar Meski Ditekan Tarif Dagang AS

Senin, 14 April 2025 | 12:09 WIB
Ditekan dengan Tarif Dagang AS, Spanyol Memilih Tetap Dekat dengan China (Foto : Dok/Alibaba)

 

INSIBERNEWS - Pemerintah Spanyol menegaskan sikapnya untuk memperkuat hubungan dagang dengan China, meskipun mendapat peringatan keras dari Amerika Serikat.

Menteri Pertanian Spanyol, Luis Planas, menyatakan bahwa menjalin hubungan ekonomi yang erat dengan negara Asia tersebut adalah bagian dari kepentingan strategis nasional dan juga Uni Eropa secara keseluruhan.

 Baca Juga: Buyback Saham Rp3 triliun, BRI Optimis Terhadap Keberlanjutan Kinerja Jangka Panjang

“Kami punya relasi perdagangan yang sangat baik dengan China, dan tujuan kami adalah tidak hanya mempertahankannya, tetapi juga meningkatkan kolaborasi ini,” ujar Planas, dikutip dari Reuters.

Pernyataan ini muncul di tengah sorotan global mengenai dinamika geopolitik dan perang dagang yang kian tajam.

 Baca Juga: Berapa Nilai Pasar Riyatno Abiyoso? Cek Biodata Pemain Persik Kediri yang Terima Kartu Kuning vs PSIS Semarang di BRI Liga 1 2025

Komentar Planas sekaligus merespons kritik dari Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, yang sebelumnya menyebut bahwa mendekat ke China adalah tindakan "memotong tenggorokan sendiri".

Bessent mengacu pada kekhawatiran AS terkait kelebihan produksi China yang membanjiri pasar global, termasuk Eropa, dengan harga barang yang tidak kompetitif.

 Baca Juga: Telapak Tangan Sering Berkeringat? Ini Penyebabnya yang Perlu Kamu Tahu!

Namun, pemerintah Spanyol tampaknya tak gentar. Menteri Ekonomi Spanyol, Carlos Cuerpo, juga sudah lebih dulu mengusulkan agar Eropa mulai mengadopsi pendekatan yang lebih terbuka terhadap China, sebagai bagian dari upaya diversifikasi mitra dagang.

Menurutnya, pendekatan ini penting untuk menjaga daya saing ekonomi Eropa di tengah ketidakpastian global.

 Baca Juga: Pabrik Garmen di Bogor Ludes Dilalap Api, Kerugian Ditaksir Miliaran Rupiah

Spanyol menilai bahwa menjaga jalur perdagangan tetap terbuka dengan China bukan berarti tunduk, melainkan cerdas dalam menghadapi dinamika ekonomi dunia.

Sikap ini juga mencerminkan adanya perbedaan pendekatan antara Eropa dan Amerika dalam menyikapi kebangkitan ekonomi China.

Tags

Terkini