INSIBERNEWS - Sebuah rekaman pertemuan Duta Besar Israel untuk Austria, David Roet, dengan komunitas Yahudi di Innsbruck pada Kamis (20/3/2025) memicu kecaman internasional.
Dalam video yang beredar luas itu, Roet terlihat mengusulkan eksekusi terhadap anak-anak Palestina yang diduga terlibat konflik bersenjata.
Usulan dari David Roet ini tentu menjadi kontroversi dan ditentang berbagai negara.
Baca Juga: Bahrain Sindir Timnas Indonesia: Miliki 300 juta penduduk, tapi datangkan pemain dari Belanda
Dilansir INsibernews dari akun Instagram @eye.on.palestine (25/3/2025), David Roet melakukan usulan tersebut untuk remaja yang memegang senjata.
"Harus ada hukuman mati bagi remaja yang memegang senjata atau granat," ujar David Roet.
Namun yang mengejutkan, berdasarkan analisis video dan laporan Middle East Eye, diplomat Israel itu sama sekali tidak menyertakan bukti konkret tentang adanya anak-anak Palestina yang membawa senjata.
Baca Juga: Sengketa Tanah Mat Solar Berujung Perdamaian dengan Pembayaran Ganti Rugi Rp3,3 Miliar
Pernyataan kontroversial ini muncul di tengah meningkatnya korban anak-anak dalam konflik Gaza, di mana PBB mencatat lebih dari 12.000 anak tewas sejak Oktober 2023.
Roet juga dengan tegas menepis kekhawatiran dunia internasional tentang korban sipil di Gaza.
"Jika Anda percaya tidak ada warga tak bersalah di Gaza... bahwa Israel sengaja menargetkan bayi, itu tidak benar," klaimnya.
Hal ini bertolak belakang dengan berbagai laporan PBB dan organisasi HAM internasional.
Pernyataan ini kemudian langsung memicu gelombang protes dari berbagai pihak.