INSIBERNEWS - Pemerintah berencana memperkenalkan pembelajaran kecerdasan buatan (AI) dan coding bagi siswa sejak kelas 5 SD.
Kebijakan ini diungkapkan oleh Staf Khusus (Stafsus) Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Ma’ruf El Rumi, yang menyebutkan bahwa program ini akan dimulai pada tahun ajaran baru. Namun, untuk saat ini, pembelajaran tersebut masih bersifat opsional dan belum menjadi mata pelajaran wajib.
Baca Juga: Gen Z Didorong Stop Boros Pangan, Bapanas: Ini Berdampak ke Ekonomi dan Lingkungan!
"Mulai kelas 5 SD, siswa sudah bisa belajar AI dan coding. Ini langkah awal untuk membekali mereka dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat. Sekarang ini, anak-anak sudah tidak bisa dipisahkan dari teknologi AI, jadi penting bagi mereka untuk tidak sekadar menjadi pengguna, tetapi juga bisa memahami cara kerjanya," ujar Ma’ruf dalam sebuah acara di Antara Heritage Center (AHC), Jakarta, Senin.
Baca Juga: 6 Fakta Menarik Yayat Preman Pensiun 9, Si Melankolis Asisten Penjual Kopi
Lebih lanjut, Ma’ruf menegaskan bahwa tujuan dari pembelajaran ini bukan sekadar mengenalkan teknologi, tetapi juga mendorong siswa untuk menjadi pelaku utama dalam pengembangannya.
Menurutnya, selama ini masyarakat Indonesia cenderung hanya menjadi pengguna teknologi buatan negara lain.
Dengan adanya mata pelajaran ini, diharapkan generasi muda bisa lebih aktif menciptakan inovasi di bidang AI.
"Kita ingin anak-anak ini tumbuh sebagai inovator, bukan hanya konsumen teknologi," tambahnya.
Baca Juga: Wajib Coba! Inilah Resep Kue Coklat Lebaran Enak dan Mudah Banget Buatnya
Selain itu, pembelajaran AI dan coding juga dipercaya dapat meningkatkan kreativitas serta pola pikir kritis siswa.
Dengan mempelajari dasar-dasar coding, mereka akan terbiasa dengan pola pikir logis dalam memecahkan masalah, yang akan sangat bermanfaat tidak hanya dalam dunia teknologi, tetapi juga dalam berbagai aspek kehidupan.
"Coding dan AI bukan sekadar soal teknis, tetapi juga melatih siswa untuk berpikir lebih kreatif dan mencari solusi atas berbagai tantangan," jelas Ma’ruf.