- Target awal: 312 SMK
- Anggaran awal: Rp74,637 miliar
- Blokir efisiensi: Rp59,637 miliar
- Target baru: 63 SMK
- Anggaran baru: Rp15 miliar
5. Pembinaan Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI)
- Target awal: 192 lembaga
- Anggaran awal: Rp40,446 miliar
- Blokir efisiensi: Rp40,446 miliar
- Target baru: Dihilangkan
6. Pembinaan Kursus dan Pelatihan (PKK dan PKW)
- Target awal: 2.000 orang/19.699 lembaga
- Anggaran awal: Rp127,665 miliar
- Blokir efisiensi: Rp88,555 miliar
- Target baru: 224 orang/6.400 lembaga
- Anggaran baru: Rp39,110 miliar
7. Pendidikan dan Pelatihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Vokasi
- Target awal: 10.214 orang
- Anggaran awal: Rp154,080 miliar
- Blokir efisiensi: Rp131,768 miliar
- Target baru: 1.421 orang
- Anggaran baru: Rp22,312 miliar
8. Penjaminan Mutu dan Peningkatan Kapasitas Balai Vokasi
- Target awal: 7 lembaga
- Anggaran awal: Rp48,415 miliar
- Blokir efisiensi: Rp46,572 miliar
- Target baru: 7 lembaga
- Anggaran baru: Rp1,842 miliar
Menyoroti hal ini, Suharti menekankan bahwa Kemendikdasmen akan berupaya memastikan pemilihan sasaran dilakukan dengan tepat, meskipun efisiensi anggaran berdampak luas.***
Artikel Terkait
Sederet Kelemahan Garuda Muda U-20 Ini Mesti Diperbaiki Jelang Laga Kontra Uzbekistan
Durasi Dipangkas Usai Terdampak Efisiensi Anggaran, Retret Kepala Daerah Tak Jadi Berlangsung Selama 14 Hari
Terdapat Perubahan Skema, Dana APBD Rp22 Juta untuk Retret Kepala Daerah Dikembalikan, Bagaimana Kelanjutannya?
Sempat Bantah Tuduhan Nikita Mirzani, Polisi Beberkan Kronologi Kasus Vadel Badjideh yang Kini jadi Tersangka
Pelaku UMKM Binaan BRI buat Batik Modern untuk Generasi Muda, Intip Cerita Sukses Ethnic Gendhis yang Berhasil Go Internasional
YouTube Siap Bekerja Sama dengan Komdigi Lakukan Aturan Ketat untuk Melindungi Anak dari Konten Berbahaya