Menhut Raja Juli Antoni Tegaskan Pemerintah Tidak Akan Lakukan Deforestasi untuk Lahan Pangan dan Energi: Pemerintah Tidak Deforestasi!

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Jumat, 17 Januari 2025 | 15:24 WIB
Foto Ilustrasi Hutan & Pegunungan (Image by yoshitaka2 from Pixabay)
Foto Ilustrasi Hutan & Pegunungan (Image by yoshitaka2 from Pixabay)

INSIBERNEWS - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni membantah kabar yang menyebut pemerintah akan melakukan deforestasi dengan mengubah 20,6 juta hektare hutan menjadi lahan pangan dan energi.

Ia menegaskan bahwa pemerintah akan memanfaatkan lahan tersebut dengan metode tumpang sari, tanpa merusak hutan.

“Idenya adalah lahan 20,6 juta hektare ini tetap menjadi kawasan hutan, bukan untuk deforestasi atau pembukaan lahan, tetapi untuk mengoptimalkan fungsi hutan,” ujar Raja Juli dalam sebuah acara di Denpasar, Bali, Kamis (16/1/2025).

 Baca Juga: Pemerintah Jepang Tawarkan Rp504 Juta untuk Tinggal di Desa, Dapat Rumah Tradisional di Jepang, Begini Peluang Hidup Nyaman di Pedesaan Negeri Sakura

Agroforestri sebagai Solusi

Dalam konsep agroforestri atau tumpang sari, lahan hutan akan dimanfaatkan dengan menanam tanaman pangan seperti padi gogo dan jagung di bawah tegakan pohon seperti jati dan sengon.

Langkah ini dianggap mampu menjaga keseimbangan ekosistem hutan sambil meningkatkan produksi pangan dan energi. Raja Juli menyebutkan bahwa pendekatan ini berpotensi mengurangi ketergantungan pada impor beras.

Mengurangi Impor Beras

Ia menjelaskan, jika pola tumpang sari diterapkan pada 1 juta hektare lahan hutan, dapat dihasilkan hingga 3,5 juta ton beras, setara dengan jumlah impor beras Indonesia pada tahun 2023.

“Dengan menggunakan bibit unggul dari Unsoed, kita dapat memproduksi beras yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tanpa impor,” katanya.

Target Swasembada Pangan

Pemerintah optimis bahwa langkah ini akan membawa Indonesia menuju swasembada pangan. Program ini akan dimulai dengan penanaman di 50 hektare lahan hutan pada 22 Januari 2025.

Raja Juli menekankan bahwa program ini tidak hanya untuk meningkatkan hasil pangan, tetapi juga sebagai upaya menjaga hutan tetap lestari.

“Ini adalah solusi yang memperkuat fungsi hutan sekaligus menguntungkan rakyat. Dengan logika ini, cadangan pangan dari hutan justru meminimalkan risiko deforestasi,” tegasnya.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X