Salah satu risiko serius adalah sindrom hiperstimulasi ovarium (OHSS).
Baca Juga: Akibat Efisiensi Anggaran Kemenkes, Ada Subsidi BPJS yang Berpotensi Dicabut
Di mana ovarium membengkak dan dapat menyebabkan nyeri perut, mual, dan bahkan kegagalan organ jika tidak ditangani dengan tepat.
Selain itu, prosedur ini dapat mempengaruhi keseimbangan hormon tubuh dan berisiko menyebabkan gangguan pada kesuburan di masa depan.
Dari segi psikologis, perempuan yang dipaksa untuk menjalani prosedur ini mungkin mengalami trauma emosional, stres, atau rasa kehilangan kendali atas tubuhnya.***
Artikel Terkait
Zelenskyy Tuduh Putin Manipulasi Trump, Sementara Korban Tewas Tentara Rusia Terus Bertambah
Viral! Aksi Kriminal Geng Rusia yang Diduga Culik Turis WNA di Bali, Hingga Paksa Korban Transfer Kripto Senilai Rp3,4 M!
Warga Korban Penggusuran PT Kristus Raja Maumere di Sikka NTT Dirikan Tenda di Lahan Gusuran
Toyota Supra Hantam Tiang Lampu di Bundaran HI, Pengendara Motor Ikut Jadi Korban
Penggemarnya Tewas Dibunuh Oleh Guru Sendiri, IVE Berduka dan Kirimkan Karangan Bunga Untuk Korban