INSIBERNEWS - Hujan deras yang mengguyur Kota Makassar selama beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir besar di berbagai titik. Sejumlah wilayah terdampak cukup parah, dengan ketinggian air mencapai lutut hingga dada orang dewasa.
Hingga saat ini, sedikitnya empat kecamatan dikepung banjir, memaksa ribuan warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Baca Juga: Waduh! Akibat Efisiensi Anggaran, MK hanya Bisa Gaji Pegawai hingga Mei
Cuaca ekstrem ini berlangsung sejak Jumat (7/2/2025) hingga Rabu (12/2/2025) pagi, menyebabkan banyak ruas jalan terendam air dan menghambat aktivitas warga. Berdasarkan data terbaru dari Dinas Sosial Kota Makassar, jumlah pengungsi terus bertambah.
"Pagi tadi tercatat 1.711 jiwa, namun siang ini sudah meningkat menjadi 3.095 jiwa yang tersebar di Kecamatan Manggala, Panakkukang, Biringkanaya, dan Tamalate," ujar Kepala Dinas Sosial Makassar, Ita Isdiana Anwar, Rabu (12/2/2025).
Baca Juga: Miris! Sebelum Adanya Efisiensi Anggaran Pendidikan Indonesia Tidak Mencapai Mandat Konstitusi
Kecamatan Manggala menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak. Untuk membantu warga yang terdampak, Dinas Sosial telah mendirikan dapur umum di daerah tersebut. Selain itu, warga yang membuat dapur darurat secara mandiri juga mendapat suplai bahan baku dari pemerintah setempat.
"Saat ini baru ada satu dapur umum utama, tapi ada juga dapur-dapur kecil yang dibangun warga, dan kami bantu pasokan bahan makanan," jelas Ita.
Baca Juga: Trump Sebut Ukraina Bisa Jadi Bagian dari Rusia, Picu Kontroversi!
Di sisi lain, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, mengaku prihatin dengan kondisi warganya yang harus mengungsi akibat banjir. Ia pun langsung menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk bergerak cepat dalam membantu masyarakat yang terdampak.
"Kita harus bantu semaksimal mungkin! Kondisi ini sangat memprihatinkan, dan kita harus pastikan warga mendapat bantuan yang mereka butuhkan," tegasnya, Selasa (11/2/2025).
Danny, sapaan akrabnya juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Menurutnya, banjir ini dipengaruhi oleh siklon tropis yang terbentuk di Samudra Hindia.
"Kami sudah mengimbau warga sejak kemarin untuk siaga terhadap dampak cuaca ekstrem. Saat ini, pintu air sudah dibuka untuk mengurangi genangan, tapi kita tetap harus waspada," pungkasnya.
Artikel Terkait
Isu BPJS Kesehatan Bangkrut Merebak, Dirut BPJS: Klaim Dibayar Maksimal 15 Hari!
Lebih Pilih Investasi ke AS, Arab Saudi Enggan Gabung BRICS?
Usai Digeledah Kejagung, Dirjen Migas ESDM Dicopot dari Jabatan
Kini Diangkat Jadi Stafsus Menhan, Deddy Corbuzier Sempat Dapat Pangkat Letkol Tituler TNI AD
Pemerintah Pangkas Anggaran Rp306,69 Triliun untuk Biayai MBG, Begini Skemanya
Celios Nilai MBG Merupakan Program Heroik yang Dampaknya Kecil, Kenapa?
Diduga Ada Pungli Pembuatan Sertifikat Halal Pengusaha Warteg dari Rp650 Ribu Jadi Rp10 Juta
Harga Kopi Arabika Melonjak! Sentuh Rekor Tertinggi, Tembus Rp155 Juta per Ton
Mampu Cetak Laba Senilai Rp60,64 Triliun, BRI Konsisten Melayani dan Berdayakan UMKM
Jakarta Bakal Terapkan Sistem Qris untuk Beli LPG 3 KG, Warga Non-DKI Gak Diajak!