Lebih Pilih Investasi ke AS, Arab Saudi Enggan Gabung BRICS?

Photo Author
- Selasa, 11 Februari 2025 | 18:25 WIB
Arab Saudi Tolak Gabung BRICS (Foto : AP)
Arab Saudi Tolak Gabung BRICS (Foto : AP)

INSIBERNEWS - Arab Saudi akhirnya menegaskan sikapnya terkait keanggotaan BRICS, kelompok ekonomi yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan.

Kerajaan kaya minyak itu memilih untuk tidak bergabung, dengan alasan bahwa mereka tengah fokus membangun kerja sama ekonomi dengan Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Barat lainnya guna mewujudkan visi ambisius mereka, Vision 2030.

Baca Juga: Isu BPJS Kesehatan Bangkrut Merebak, Dirut BPJS: Klaim Dibayar Maksimal 15 Hari!

Keputusan ini didasarkan pada pertimbangan ekonomi dan geopolitik. Arab Saudi menyadari bahwa mengurangi ketergantungan pada AS bisa berdampak pada prospek keuangan mereka, bahkan berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi.

Sebagai gantinya, mereka berencana menggelontorkan investasi sebesar USD 600 miliar (setara Rp9.800 triliun) di AS dalam empat tahun ke depan.

Baca Juga: Gegara Ricuh di Sidang, Ketua PN Jakut Resmi Polisikan Razman Nasution ke Bareskrim

Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS), menyampaikan langsung rencana ini kepada Presiden AS, Donald Trump.

Ia menegaskan bahwa investasi besar-besaran ini tidak hanya akan memperkuat hubungan ekonomi kedua negara, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya, baik bagi Arab Saudi maupun AS.

Baca Juga: Pemerintah Bantah Isu Pemangkasan Anggaran BMKG 50 Persen, Tetap Berjalan Baik!

Meski begitu, pihak kerajaan belum merinci secara spesifik sektor-sektor yang akan menerima suntikan dana fantastis tersebut.

Namun, mengingat fokus Vision 2030, kemungkinan besar investasi ini akan diarahkan ke sektor energi terbarukan, teknologi, infrastruktur, hingga industri pertahanan.

Baca Juga: Pemerintah Bantah Isu Pemangkasan Anggaran BMKG 50 Persen, Tetap Berjalan Baik!

Keputusan Arab Saudi ini tentu menuai berbagai spekulasi, terutama terkait hubungan mereka dengan Tiongkok dan Rusia—dua negara berpengaruh dalam BRICS.

Namun, bagi Kerajaan, prioritas utama mereka saat ini adalah memastikan stabilitas ekonomi dan keberlanjutan pertumbuhan jangka panjang, tanpa harus terikat dalam blok ekonomi tertentu.

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X