INSIBERNEWS - Arab Saudi akhirnya menegaskan sikapnya terkait keanggotaan BRICS, kelompok ekonomi yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan.
Kerajaan kaya minyak itu memilih untuk tidak bergabung, dengan alasan bahwa mereka tengah fokus membangun kerja sama ekonomi dengan Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Barat lainnya guna mewujudkan visi ambisius mereka, Vision 2030.
Baca Juga: Isu BPJS Kesehatan Bangkrut Merebak, Dirut BPJS: Klaim Dibayar Maksimal 15 Hari!
Keputusan ini didasarkan pada pertimbangan ekonomi dan geopolitik. Arab Saudi menyadari bahwa mengurangi ketergantungan pada AS bisa berdampak pada prospek keuangan mereka, bahkan berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi.
Sebagai gantinya, mereka berencana menggelontorkan investasi sebesar USD 600 miliar (setara Rp9.800 triliun) di AS dalam empat tahun ke depan.
Baca Juga: Gegara Ricuh di Sidang, Ketua PN Jakut Resmi Polisikan Razman Nasution ke Bareskrim
Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS), menyampaikan langsung rencana ini kepada Presiden AS, Donald Trump.
Ia menegaskan bahwa investasi besar-besaran ini tidak hanya akan memperkuat hubungan ekonomi kedua negara, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya, baik bagi Arab Saudi maupun AS.
Baca Juga: Pemerintah Bantah Isu Pemangkasan Anggaran BMKG 50 Persen, Tetap Berjalan Baik!
Meski begitu, pihak kerajaan belum merinci secara spesifik sektor-sektor yang akan menerima suntikan dana fantastis tersebut.
Namun, mengingat fokus Vision 2030, kemungkinan besar investasi ini akan diarahkan ke sektor energi terbarukan, teknologi, infrastruktur, hingga industri pertahanan.
Baca Juga: Pemerintah Bantah Isu Pemangkasan Anggaran BMKG 50 Persen, Tetap Berjalan Baik!
Keputusan Arab Saudi ini tentu menuai berbagai spekulasi, terutama terkait hubungan mereka dengan Tiongkok dan Rusia—dua negara berpengaruh dalam BRICS.
Namun, bagi Kerajaan, prioritas utama mereka saat ini adalah memastikan stabilitas ekonomi dan keberlanjutan pertumbuhan jangka panjang, tanpa harus terikat dalam blok ekonomi tertentu.
Artikel Terkait
Yadea Velax Siap Hadir di IIMS 2025, Motor Listrik Canggih Ini Dapat Berjalan Secara Otomatis, Bisa Kenali Lampu Lalu Lintas dan Hindari Keramaian
Deddy Corbuzier Diangkat Jadi Staf Khusus Menhan! Usai Bela Program MBG, Kini Punya Peran Baru di Pertahanan?
Ada Deddy Corbuzier, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Resmi Lantik Sejumlah Staf Khusus Hari Ini, Siapa Saja Namanya?
Geger! Polisi Tangkap Warga Padarincang Banten Karena Protes Kandang Ayam
KPK Geledah Kantor Jasa Raharja di Bandung dan Sita Deposito Rp6,4 Miliar, Kasus Apa?
Maling Gak Usah Diajak Rukun! Prabowo Perintahkan Kapolri, Jaksa Agung, dan KPK Tindak Tegas Koruptor
Pemerintah Bantah Isu Pemangkasan Anggaran BMKG 50 Persen, Tetap Berjalan Baik!
Cristiano Ronaldo Sepakat Perpanjang Kontrak di Al Nassr, Tetap Berkiprah hingga 2026?
Gegara Ricuh di Sidang, Ketua PN Jakut Resmi Polisikan Razman Nasution ke Bareskrim
Isu BPJS Kesehatan Bangkrut Merebak, Dirut BPJS: Klaim Dibayar Maksimal 15 Hari!