INSIBERNEWS - Harga kopi Arabika mengalami lonjakan luar biasa pekan ini, mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. Berdasarkan data perdagangan terbaru, harga kopi Arabika hampir menyentuh angka USD 9.500 per ton, atau sekitar Rp155 juta.
Kenaikan tajam ini dipicu oleh kekhawatiran terhadap pasokan kopi global yang semakin menipis.
Baca Juga: Diduga Ada Pungli Pembuatan Sertifikat Halal Pengusaha Warteg dari Rp650 Ribu Jadi Rp10 Juta
Menurut laporan Sputnik, Selasa (11/2/2025), harga kontrak berjangka kopi Arabika untuk bulan Maret meroket hingga 6,8 persen, mencapai angka USD 9.521 per ton.
Sementara itu, kontrak berjangka untuk Mei juga mengalami peningkatan signifikan sebesar 6,9 persen, naik menjadi USD 9.348 per ton.
Bahkan, harga kontrak berjangka untuk Januari mengalami kenaikan drastis hingga 18 persen, menunjukkan tren bullish yang semakin kuat di pasar komoditas kopi.
Baca Juga: Celios Nilai MBG Merupakan Program Heroik yang Dampaknya Kecil, Kenapa?
Fenomena kenaikan harga ini terjadi selama dua belas sesi perdagangan berturut-turut, menandakan permintaan yang terus meningkat di tengah kekhawatiran pasokan.
Para investor semakin agresif dalam membeli kontrak kopi berjangka, mengantisipasi potensi kelangkaan di pasar global. Brasil, sebagai produsen kopi terbesar dunia, menjadi faktor utama yang mempengaruhi lonjakan harga ini.
Baca Juga: Pemerintah Pangkas Anggaran Rp306,69 Triliun untuk Biayai MBG, Begini Skemanya
Badan prakiraan panen Brasil, Conab, baru saja merilis proyeksi terbaru yang semakin memperburuk sentimen pasar. Panen kopi Brasil untuk musim 2025/2026 diprediksi turun sebesar 4,4 persen, hanya mencapai 51,81 juta kantong—terendah dalam tiga tahun terakhir.
Tak hanya itu, perkiraan panen kopi untuk tahun 2024 juga direvisi turun sebesar 1,1 persen, dari 54,8 juta kantong menjadi 54,2 juta kantong. Kondisi ini semakin memperkuat spekulasi bahwa pasokan kopi akan semakin ketat dalam waktu dekat.
Baca Juga: Kini Diangkat Jadi Stafsus Menhan, Deddy Corbuzier Sempat Dapat Pangkat Letkol Tituler TNI AD
Dengan tren harga yang terus melambung, para pelaku industri kopi dan pecinta kopi di seluruh dunia mungkin harus bersiap menghadapi harga yang semakin mahal.
Artikel Terkait
Pemerintah Bantah Isu Pemangkasan Anggaran BMKG 50 Persen, Tetap Berjalan Baik!
Cristiano Ronaldo Sepakat Perpanjang Kontrak di Al Nassr, Tetap Berkiprah hingga 2026?
Gegara Ricuh di Sidang, Ketua PN Jakut Resmi Polisikan Razman Nasution ke Bareskrim
Isu BPJS Kesehatan Bangkrut Merebak, Dirut BPJS: Klaim Dibayar Maksimal 15 Hari!
Lebih Pilih Investasi ke AS, Arab Saudi Enggan Gabung BRICS?
Usai Digeledah Kejagung, Dirjen Migas ESDM Dicopot dari Jabatan
Kini Diangkat Jadi Stafsus Menhan, Deddy Corbuzier Sempat Dapat Pangkat Letkol Tituler TNI AD
Pemerintah Pangkas Anggaran Rp306,69 Triliun untuk Biayai MBG, Begini Skemanya
Celios Nilai MBG Merupakan Program Heroik yang Dampaknya Kecil, Kenapa?
Diduga Ada Pungli Pembuatan Sertifikat Halal Pengusaha Warteg dari Rp650 Ribu Jadi Rp10 Juta