INSIBERNEWS - Pemangkasan Anggaran yang terjadi pada BMKG dinilai bisa merugikan masyarakat.
Karena dengan adanya pemangkasan anggaran, maka akurasi mengenai bencana yang diberikan oleh BMKG akan menurun.
Oleh karena itu BMKG ajukan permohonan dispensasi kepada Presiden Prabowo.
Baca Juga: Anjay! Desain Sofa Minimalis Kekinian Tahun 2025, Fix Estetik untuk Ruang Keluarga Sigma
Hal ini dilakukan oleh BMKG demi ketahanan nasional dan keselamatan masyarakat dari ancaman bencana Geo-Hidrometeorologi.
Ancaman bencana geo-hidrometeorologi, seperti tanah longsor, banjir, dan kekeringan, merupakan risiko signifikan bagi banyak wilayah di Indonesia.
Faktor geografis yang rawan bencana dan perubahan iklim yang semakin ekstrem memperburuk kerentanannya.
Baca Juga: Prabowo Pangkas Anggaran Kementerian: Demi Makan Rakyat dan Perbaikan Sekolah
Hujan deras dapat menyebabkan banjir dan tanah longsor, sementara kekeringan panjang mengancam ketahanan air dan pertanian.
Dampak bencana ini merugikan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, serta mengganggu infrastruktur.
Dilansir INsibernews dari akun Instagram @narasinewsroom (10/2/2025), pihak BMKG telah mengungkapkan bahwa dengan adanya pemangkasan anggaran maka ketepatan akurasi akan menurun.
Baca Juga: Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon Resmi Menikah, Gelar Pesta tertutup di Bali
Meliputi informasi cuaca, iklim, gempa bumi dan tsunami menurun dari 90% menjadi 60.
Kemudian kecepatan informasi peringatan dini tsunami dari 3 menit turun menjadi 5 menit atau lebih.
Artikel Terkait
Akibat Pemangkasan Anggaran Kementerian PU Sederet Proyek Pembangunan Jalan Terancam Mandek?
Mensos Gus Ipul Ungkap Program Kemensos yang Tidak Kena Dampak Pemangkasan Anggaran
Otorita IKN Bantah Pembangunan Terhenti Meski Menteri PU Ungkap Anggaran Diblokir
DPR Tunda Rapat Pembahasan Efisiensi Anggaran, Ada Apa?
BMKG Kena Pemangkasan Anggaran, Akurasi Informasi Gempa Bumi dan Tsunami Menurun