Emosi Berujung Maut: Seorang Pria di Lampung Selatan Tewas Dipukul Balok Setelah Bela Ibunya

Photo Author
- Senin, 10 Februari 2025 | 16:06 WIB
Ilustrasi Garis Polisi (Unsplash.com)
Ilustrasi Garis Polisi (Unsplash.com)

INSIBERNEWS - Peristiwa tragis terjadi di Lampung Selatan ketika seorang pria bernama Reymico kehilangan nyawanya setelah terlibat dalam konflik dengan seorang tetangga.

Kapolres Lampung Selatan, AKBP Yusriandi Yusri, membenarkan kejadian ini pada Senin (10/2/2025). Insiden bermula ketika seorang pria bernama Hariyanto mendatangi rumah korban dengan maksud menegur.

Baca Juga: Sindir Soal Dugaan Korupsi, Mantan Pegawai PT Timah Wenny Sebut Ada Kasus yang Dilindungi KPK

la mendengar kabar bahwa Reymico sering mengintip anak perempuannya saat mandi, dan hal itu membuatnya naik pitam.

Namun, teguran yang seharusnya hanya berupa peringatan berubah menjadi pertikaian. Ibu korban, Juliyah, ikut tersulut emosi dan terjadi adu mulut antara dirinya dan Hariyanto.

Baca Juga: Lolly Bakal Balik Sekolah di Luar Negeri, Nikita Mirzani Ungkap Putrinya Gelar Konferensi Pers Minggu Depan

Situasi semakin memanas hingga akhirnya Hariyanto diduga melakukan kekerasan terhadap Juliyah dengan cara mencekik dan membantingnya ke lantai.

Melihat ibunya dalam bahaya, Reymico yang baru tiba di rumah segera mengambil pisau dapur untuk melindunginya.

Baca Juga: DPR Tunda Rapat Pembahasan Efisiensi Anggaran, Ada Apa?

Alih-alih mereda, Hariyanto justru semakin marah. Dengan emosi yang tak terkendali, ia mengambil sebatang kayu dan memukulkannya ke arah Reymico. Pukulan itu membuat korban tersungkur dan mengalami kejang-kejang.

Keluarga segera melarikan Reymico ke rumah sakit, tetapi nyawanya tak tertolong saat dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Urip Sumoharjo.

Baca Juga: Sidang Praperadilan Hasto Kristiyanto, KPK Serahkan Bukti dalam Koper Besar

Kejadian ini sontak membuat keluarga korban terpukul dan melaporkan peristiwa tersebut ke pihak berwajib.

Tak butuh waktu lama, polisi berhasil mengamankan Hariyanto tanpa perlawanan. Saat diperiksa, ia mengakui bahwa emosinya memuncak sehingga melakukan penganiayaan tersebut.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X