INSIBERNEWS - Seorang pemuda bernama Yongin (62) di Pamulang, Tangerang Selatan meninggal dunia usai mengantre pembelian gas LPG.
Diduga Yongin meninggal karena kelelahan berjalan kaki sejauh 500 meter dan mengantre gas LPG selama 2 jam.
Korban sempat pingsan setelah melakukan pembelian LPG kemudian meninggal di rumah sakit.
Baca Juga: Heboh! Warga Aceh Timur Temukan Kerangka Manusia di Kebun Kelapa
Dilansir INsibernews dari akun Instagram @matanajwa (4/2/2025), menanggapi hal tersebut, Bahlil Lahadalia meminta maaf.
Pihaknya mengklaim melakukan kebijakan yang berkaitan dengan penjualan gas LPG adalah untuk melakukan penataan.
Harapannya, masyarakat bisa mendapatkan LPG dengan lebih mudah dan harga terjangkau.
Baca Juga: Trump Ajak Ukraina Capai Kesepakatan Akses Logam Tanah Jarang Sebagai Syarat Dukungan AS
“Kami pemerintah, pertama memohon maaf kalau ini terjadi, karena itu semata-mata kita lakukan untuk penataan,” ujar Bahlil Lahadalia.
“Kedua adalah kita melakukan perbaikan, apa yang kita lakukan pagi ini sebagai respon untuk kita pilih kita mendapat LPG dengan baik dan gampang,” lanjutnya.
Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa Kementerian ESDM terus melakukan evaluasi.
Baca Juga: Ledakan Bom Guncang Moskow, Pemimpin Separatis Ukraina Tewas dalam Serangan
Hal tersebut dilakukan supaya masalah semacam ini tidak lagi terulang di kemudian hari.
Artikel Terkait
Bahlil Lahadalia Jamin Subsidi Gas LPG Tidak Dibatasi dan Tidak Ada Kelangkaan
Bahlil Bantah Ikut Campur Soal BBM Langka di SPBU Shell: Itu Urusan Teknis Perusahaan
Bahlil Ngaku Dulu Jadi Sopir Angkot, Begini Respon 3 Menteri Prabowo Soal Usulan Pejabat Pakai Transportasi Umum
Antrean Panjang LPG 3 Kg di Tangerang Picu Kemarahan Warga, Minta Menteri ESDM Alias Bahlil Dicopot
Buntut Larang Pengecer Jual Gas LPG 3 KG, Bahlil Lahadalia Kena Semprot Warga