Hamas Klaim Perang Gaza Tak Akan Lanjut Setelah Gencatan Senjata, Israel Masih Harus Bebaskan Sanderaan

Photo Author
- Selasa, 4 Februari 2025 | 11:41 WIB
Hamas Kembali Membebaskan Sandera  (Foto : REUTERS/Dawoud Abu Alkas)
Hamas Kembali Membebaskan Sandera (Foto : REUTERS/Dawoud Abu Alkas)

INSIBERNEWS - Perang antara Hamas dan Israel di Jalur Gaza dikatakan tidak akan berlanjut setelah kesepakatan gencatan senjata tahap pertama tercapai.

Hal tersebut disampaikan oleh Musa Abu Marzouk, wakil kepala kantor politik Hamas, dalam wawancara dengan Ria Novosti.

Baca Juga: Didampingi Istri, Iwan Fals Penuhi Panggilan Polisi Terkait Kasus Pemalsuan Akta OI

Menurutnya, penghentian pertempuran bukanlah karena Israel ingin berdamai, melainkan terkait dengan sejumlah tentara Israel yang masih ditawan oleh pihak Palestina.

"Saya rasa perang ini tidak akan berlanjut setelah gencatan senjata tahap pertama," ujar Musa Abu Marzouk, yang menambahkan bahwa lebih dari 60 tentara Israel saat ini masih menjadi tawanan perang.

Baca Juga: Prabowo Instruksikan Pengecer Gas 3 KG Kembali Berjualan, Harga Akan Diatur Lebih Adil

"Perang ini berhenti karena tentara Israel yang ditahan, bukan karena Netanyahu ingin damai," tegasnya.

Musa juga menyatakan bahwa Israel kemungkinan besar akan menyetujui gencatan senjata tahap kedua untuk memastikan pembebasan tentara mereka yang ditahan.

"Tentara Israel tidak akan melanjutkan perang selama rekan-rekan mereka masih ada yang ditahan," tambahnya.

Baca Juga: Kemenhut Cabut Izin 18 Perusahaan Pengelola Hutan, Setengah Juta Hektare Diambil Alih Negara

Pandangannya ini menyoroti ketidakseimbangan dalam prioritas yang ditetapkan Israel selama konflik, yang fokus pada pembebasan warga sipil, perempuan, dan orang sakit, namun tidak berupaya secara aktif untuk membebaskan tentara mereka yang tertawan.

Baca Juga: Bahlil Bantah Ikut Campur Soal BBM Langka di SPBU Shell: Itu Urusan Teknis Perusahaan

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Qatar, Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, mengumumkan bahwa perundingan untuk gencatan senjata tahap kedua akan dimulai pada 3 Februari.

Meski begitu, laporan dari media Barat mengindikasikan bahwa Israel mungkin enggan mengirimkan negosiator ke Doha untuk melanjutkan diskusi terkait kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X