LPG 3 Kg Langka, Warga Jakarta Selatan Rela Antre Panjang di SPBU

Photo Author
- Senin, 3 Februari 2025 | 14:10 WIB
Ilustrasi Gas LPG 3KG (Foto : Istimewa)
Ilustrasi Gas LPG 3KG (Foto : Istimewa)

INSIBERNEWS - Kelangkaan elpiji 3 kilogram membuat warga di Jakarta Selatan rela mengantre panjang di SPBU Fatmawati demi mendapatkan tabung gas bersubsidi.

Situasi ini membuat banyak masyarakat resah, terutama mereka yang mengandalkan elpiji untuk kebutuhan memasak sehari-hari.

Baca Juga: Penganut Monogami Tulen! Pramono Anung Bakal Pecat ASN Jakarta yang Poligami di Masa Jabatannya

Salah satu warga, Kasmayanti, mengaku datang lebih pagi ke SPBU karena khawatir kehabisan.

“Biasanya jam segini sudah susah dapat gas, jadi saya datang lebih awal. Saya butuh buat masak, kalau habis kan repot,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Senin (3/2/2025).

Baca Juga: Kabar Gembira! Kemenkes Akan Sediakan Cek Kesehatan Mental Gratis Mulai Februari

Biasanya, ia membeli elpiji dari pedagang eceran, tetapi sekarang harus langsung ke SPBU karena penjualan dibatasi hanya sampai di pangkalan.

Ia berharap pemerintah mempertimbangkan kembali kebijakan distribusi elpiji agar lebih mudah diakses oleh masyarakat.

Baca Juga: Perang Bea Masuk Dimulai! Kanada dan Meksiko Balas Kebijakan Donald Trump Soal Barang Impor

Tak hanya warga rumah tangga, pelaku usaha kecil juga merasakan dampaknya. Rochimawati, pemilik usaha katering, harus menempuh perjalanan satu kilometer untuk mendapatkan elpiji.

“Harga juga naik, biasanya Rp21.000 sekarang jadi Rp26.000. Mau nggak mau tetap beli, soalnya butuh buat masak pesanan frozen food menjelang bulan puasa,” tuturnya.

Baca Juga: Misi Evakuasi Berujung Tragis, Speedboat Basarnas Meledak di Perairan Malut

Kelangkaan ini membuatnya kesulitan menjalankan usaha. Selain harga yang melonjak, ia juga harus mengantre lama, yang menghambat pekerjaannya.

“Kalau harus antre terus begini, nggak efektif. Lebih baik bisa beli di pengecer lagi, meski harganya sedikit lebih mahal, yang penting gampang didapat,” tambahnya.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X