INSIBERNEWS - Donald Trump kembali mengeluarkan kebijakan yang dinilai kontroversial.
Kebijakan Donald Trump tersebut adalah membatalkan visa mahasiswa yang memiliki pandangan pro terhadap Palestina.
Mahasiswa yang dianggap sebagai simpatisan kelompok Hamas juga akan dibatalkan visanya oleh Donald Trump.
Baca Juga: Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto Akan Rekrut Warga Sipil untuk Menjadi Tentara Siber
Dilansir INsibernews dari laman Reuters (1/2/2025), Trump beralasan bahwa tindakan tersebut bertujuan untuk melindungi keamanan nasional Amerika Serikat.
Menurutnya, banyak mahasiswa internasional yang datang ke AS dengan ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai kebebasan dan demokrasi yang dijunjung tinggi di negara tersebut.
Dalam konteks ini, simpati terhadap Hamas yang diakui sebagai organisasi teroris oleh AS dan Uni Eropa menjadi alasan utama pembatalan visa ini.
Baca Juga: BI Koordinasikan dengan Google Terkait Kurs Dollar AS yang Tidak Sesuai dan Membuat Geger
Trump mengklaim bahwa individu yang mendukung kelompok seperti Hamas bisa membahayakan stabilitas Amerika Serikat.
Tidak hanya itu, Donald Trump juga menilai mereka berpotensi merusak hubungan internasionalnya.
Namun, rencana ini menuai kontroversi baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Baca Juga: Tercatat Punya Harta Kekayaan Hingga Rp1 Triliun, Dari Mana Saja Sumber Kekayaan Raffi Ahmad?
Beberapa pihak menganggap kebijakan ini sebagai pelanggaran terhadap kebebasan berbicara dan hak asasi manusia.
Terutama dalam konteks akademik, yang seharusnya terbuka untuk berbagai pandangan.
Artikel Terkait
Donald Trump Tanda Tangani Perintah Eksekutif! Pelajar Internasional Bisa Dideportasi Jika Terlibat Aksi Antisemitisme, Picu Kontroversi di Dunia
Departemen Kehakiman AS Selidiki Pembebasan Imigran Ilegal di New York: Munculnya Kebijakan Baru Donald Trump Terhadap Kota Perlindungan Ithaca
Tanpa Bukti yang Jelas Donald Trump Tuding Program Keberagaman FAA Penyebab Kecelakaan Pesawat: Kontroversi Terkait Kecelakaan Pesawat di Washington
Update Tabrakan Helikopter Black Hawks dan Pesawat Amerikan Airlines, Donald Trump: Tidak Ada yang Selamat
Donald Trump Akan Kembali Menghubungi Kim Jong Un, Sebut Pemimpin Korea Utara Itu Sebagai Orang yang Cerdas