Warga Korban Penggusuran PT Kristus Raja Maumere di Sikka NTT Dirikan Tenda di Lahan Gusuran

Photo Author
Awit Wiarni, Insibernews
- Sabtu, 1 Februari 2025 | 10:24 WIB
Warga korban penggusuran dirikan tenda karena tidak memiliki tempat tinggal (Instagram @matanajwa)
Warga korban penggusuran dirikan tenda karena tidak memiliki tempat tinggal (Instagram @matanajwa)

INSIBERNEWS - Ratusan warga Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, NTT menolak adanya penggusuran.

Penggusuran dilakukan oleh PT Kristus Raja Maumere pada 120 rumah adat.

rumah adat yang digusur tersebut merupakan rumah adat Suku Soge Natarmage dan Goban Runut-Tana.

Baca Juga: Seru! Inilah 10 Kumpulan Pantun Ubur-Ubur Ikan Lele untuk Caption Media Sosial

PT Kristus Raja Maumere sendiri merupakan perusahaan milik Kauskupan Maumere.

Perusahaan yang melakukan penggusuran tersebut juga dikenal sebagai PT Krisrama.

Demi menolak penggusuran, ibu-ibu warga adat menghadang ekskavator jelang penggusuran.

Baca Juga: Panglima TNI Ceritakan Tantangan Program MBG di Papua, Susah Dapat Telur dan Sayur

Dilansir INsibernews dari akun Instagram @matanajwa (1/2/2025), akibat penggusuran yang terjadi 200 warga tidak memiliki tempat tinggal.

Oleh karena itu, para warga memutuskan untuk mendirikan tenda di sekitar bekas reruntuhan rumah mereka.

Meskipun penggusuran sudah dilakukan tetapi warga adat memutuskan untuk tetap bertahan.

Baca Juga: Wamenperin Minta Shopee Beri Label 'Made in Indonesia' untuk Produksi Buatan Lokal

Bahkan Kepala Suku Soge Natarmage, Ignasius Nasi menyampaikan bahwa warganya akan bertahan sampai mati di daerah tersebut.

Halaman:

Editor: Awit Wiarni

Sumber: Instagram

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X