INSIBERNEWS - Ratusan warga Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, NTT menolak adanya penggusuran.
Penggusuran dilakukan oleh PT Kristus Raja Maumere pada 120 rumah adat.
rumah adat yang digusur tersebut merupakan rumah adat Suku Soge Natarmage dan Goban Runut-Tana.
Baca Juga: Seru! Inilah 10 Kumpulan Pantun Ubur-Ubur Ikan Lele untuk Caption Media Sosial
PT Kristus Raja Maumere sendiri merupakan perusahaan milik Kauskupan Maumere.
Perusahaan yang melakukan penggusuran tersebut juga dikenal sebagai PT Krisrama.
Demi menolak penggusuran, ibu-ibu warga adat menghadang ekskavator jelang penggusuran.
Baca Juga: Panglima TNI Ceritakan Tantangan Program MBG di Papua, Susah Dapat Telur dan Sayur
Dilansir INsibernews dari akun Instagram @matanajwa (1/2/2025), akibat penggusuran yang terjadi 200 warga tidak memiliki tempat tinggal.
Oleh karena itu, para warga memutuskan untuk mendirikan tenda di sekitar bekas reruntuhan rumah mereka.
Meskipun penggusuran sudah dilakukan tetapi warga adat memutuskan untuk tetap bertahan.
Baca Juga: Wamenperin Minta Shopee Beri Label 'Made in Indonesia' untuk Produksi Buatan Lokal
Bahkan Kepala Suku Soge Natarmage, Ignasius Nasi menyampaikan bahwa warganya akan bertahan sampai mati di daerah tersebut.
Artikel Terkait
Ridwan Kamil Soroti Penggusuran dalam Debat, Sebut Gubernur dari Partai Pramono yang Paling Banyak Menggusur!
Ridwan Kamil Singgung Kasus Penggusuran Terbanyak Datang dari Partai yang Usung Pramono Anung
Dalam Debat Pilgub Jakarta, Pramono Anung Janji Tidak Akan Lakukan Penggusuran
Mie Gacoan Candi Sidoarjo Kena Demo Masyarakat dan Karang Taruna, Gara-gara Parkir
Konflik Penggusuran 120 Rumah Adat di Sikka NTT, Ratusan Ibu-ibu Hadang Ekskavator