Viral! Aksi Kriminal Geng Rusia yang Diduga Culik Turis WNA di Bali, Hingga Paksa Korban Transfer Kripto Senilai Rp3,4 M!

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Jumat, 31 Januari 2025 | 15:59 WIB
Ilustrasi tindak kekerasan (Istimewa)
Ilustrasi tindak kekerasan (Istimewa)

Kendati demikian, kini pihak kepolisian di Bali masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui siapa para pelaku dari dugaan perampokan dan penculikan tersebut.

"Terkait kasus ini Polda Bali sangat serius menangani kasus ini dan tentunya kita berharap secepatnya dapat diungkap," ucap Ariasandy dalam kesempatan yang sama.

Baca Juga: Siap-Siap, Motor Sport Cebol Honda Navi 2025 Hadir dengan Desain Unik dan Harga Setara Honda PCX 160!

3. Kasus Perampokan Geng Rusia yang Viral di Medsos
Sebelumnya, kasus perampokan yang diduga dilakukan oleh 'Geng Rusia' kepada seorang WNA asal Ukraina berinisial LL ini menuai sorotan warganet di media sosial (medsos).

Tampak dalam sebuah rekaman video yang beredar, seorang WNA Ukraina dan sopirnya menjadi korban penculikan, dan dikabarkan aset kripto sekitar Rp3,4 miliar oleh sekelompok geng kriminal itu.

Terkait kasus perampokan Geng Rusia yang viral di medsos ini, Ariasandy memastikan pihaknya tengah mengusut secara tuntas dengan berbagai proses penyelidikan oleh Polda Bali.

Baca Juga: Pesan Ayah Irish Bella Sebelum Meninggal Dunia Untuk Haldy Sabri

"Kasusnya sementara ditangani Ditreskrimum Polda Bali dan pelaku masih dalam lidik," terangnya.

4. Kronologi Penghadangan Mobil oleh Sekelompok Orang Bermasker
Dalam kesempatan yang sama, Ariasandy menuturkan kronologi kasus penculikan dan perampokan ini bermula pada tanggal 15 Desember 2024 lalu.

Saat itu, korban (LL) bersama sopirnya berinisial A mengendarai mobil BMW warna putih.

Dalam perjalanan di sekitar Jalan Tundun Penyu Dipal, Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, tiba-tiba korban dihadang oleh dua unit mobil.

Baca Juga: Gegara Utang RP 90 Ribu, Pemuda di Banjarbaru Aniaya Anak di Bawah Umur

"Mobil pertama bermerk Alphard dengan memblokir jalan dari depan, dan satu mobil lagi menghadang dari arah belakang," terang Ariasandy.

"Saat mobil dari depan keluar empat orang berpakaian hitam menggunakan tutup wajah atau masker dengan membawa senjata pisau, palu dan pistol," tambahnya.

5. Ambil Ponsel Korban Secara Paksa untuk Transfer Kripto
Ariasandy pun menjelaskan, sekelompok orang yang disebut 'Geng Rusia' itu membawa korban dan sopirnya untuk naik ke salah satu mobil dengan tangan diborgol dengan kepala ditutup dengan penutup kepala warna hitam.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X