INSIBERNEWS - Konflik antara Rusia dan Ukraina kembali memanas setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy tidak lagi memiliki kewenangan untuk bergabung dalam perundingan damai.
Pernyataan ini memicu ketegangan baru di tengah perang yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun.
Putin: Zelenskyy Tidak Sah, Tapi Bisa Ikut dengan Syarat
Dalam wawancara dengan media pemerintah Rusia pada Selasa (28/01/2025) di Samara, Putin menyatakan bahwa masa jabatan Zelenskyy telah berakhir sejak Mei tahun lalu, sehingga ia tidak lagi memenuhi syarat untuk ikut serta dalam negosiasi.
Namun, Putin juga membuka celah dengan menyebutkan bahwa jika Zelenskyy ingin tetap terlibat dalam perundingan, ia akan menunjuk seorang negosiator untuk mewakilinya. Putin menegaskan bahwa setiap kesepakatan damai yang dicapai harus menjamin keamanan jangka panjang bagi Rusia dan Ukraina.
Putin Sindir Ketergantungan Ukraina pada Barat
Putin juga menyinggung ketergantungan Ukraina terhadap bantuan militer dan finansial dari negara-negara Barat. Menurutnya, tanpa dukungan tersebut, Ukraina tidak akan mampu bertahan lebih dari satu bulan. Ia bahkan menegaskan bahwa perang akan berakhir dalam satu setengah hingga dua bulan jika bantuan ke Ukraina dihentikan sepenuhnya.
Zelenskyy Balas Sindiran: Putin Takut Negosiasi!
Menanggapi pernyataan Putin, Zelenskyy langsung bereaksi di media sosial. Ia menuding Putin takut bernegosiasi dan hanya ingin memperpanjang perang.
"Putin takut pada pemimpin yang kuat dan menggunakan berbagai trik sinis untuk memperpanjang konflik ini," tulis Zelenskyy. Ia juga menuduh Putin hanya berusaha mengulur waktu dan menekan Ukraina dengan ancaman perang berkepanjangan.
Selain itu, Zelenskyy mendesak negara-negara di dunia untuk lebih tegas dalam menanggapi tindakan Rusia.
Akankah Perang Berakhir atau Semakin Panas?
Pernyataan kedua pemimpin ini menunjukkan bahwa jalan menuju perdamaian masih penuh rintangan. Dengan Ukraina yang terus mendapatkan bantuan dari Barat dan Rusia yang tetap pada pendiriannya, pertanyaan besar pun muncul: apakah perang ini akan segera berakhir atau justru makin berkepanjangan?
Artikel Terkait
DeepSeek AI China Bikin Panik AS! Trump & Gedung Putih Siap Perang Teknologi Demi Kuasai Kecerdasan Buatan?
Donald Trump Tawarkan Insentif Untuk 2 Juta Pegawai Federal Untuk Mengundurkan Diri, Apakah Ada Perintah Rahasia dari Elon Musk?
Senat AS Tolak Sanksi untuk ICC! Upaya Lindungi Netanyahu Gagal, Trump Siap Ambil Langkah Selanjutnya?
Donald Trump Klaim Militer AS Masuk ke California dan Hidupkan Air, Pejabat Pemerintah Negara Bagian Langsung Bantah!
Inspektur Jenderal USDA Ditendang Donald Trump, Tapi Menolak Pergi dan Bertahan di Kantor! Petugas Keamanan Turun Tangan!
Senator Hadapi Robert F. Kennedy Jr. dalam Sidang Konfirmasi Menteri Kesehatan Donald Trump: Vaksin, Aborsi, dan Kontroversi di Balik Pilihan Presiden
Trump Perintahkan Penahanan Imigran di Guantanamo: Kontroversi dan Reaksi Dunia Terhadap Langkah Berisiko ini
Donald Trump Ingin Membeli Greenland Lagi, Klaim 57.000 Warga Greenland Mau Bergabung dengan AS? Ditolak Mentah oleh Denmark dan Greenland
The Fed Pertahankan Suku Bunga, Menilai Ekonomi AS Masih Solid, Tetapi Donald Trump Desak Pemangkasan Jika Harga Minyak Turun!
AS Dukung Israel Tutup UNRWA! Keputusan Donald Trump Picu Kontroversi di PBB, Nasib Pengungsi Palestina Terancam?