INSIBERNEWS - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat kemampuan nuklir negaranya di tengah situasi global yang semakin memanas.
Dalam kunjungannya ke fasilitas nuklir dan Institut Senjata Nuklir Korea Utara, Kim memerintahkan militer untuk terus membangun "perisai nuklir" yang lebih kuat guna menghadapi ancaman yang terus berkembang.
Baca Juga: Alibaba Rilis Qwen, Tantang DeepSeek dan GPT-4 di Kancah AI
Kim menyoroti bahwa dunia saat ini berada dalam kondisi yang paling tidak stabil dibandingkan sebelumnya. Ia menyebut adanya konfrontasi berkepanjangan yang melibatkan negara-negara besar dengan kepentingan yang saling bertentangan.
Menurutnya, situasi ini tidak hanya mempengaruhi keamanan Korea Utara, tetapi juga dapat memperluas konflik di berbagai kawasan. Oleh karena itu, penguatan strategi pertahanan, terutama dalam hal nuklir, menjadi agenda utama pemerintahannya.
Baca Juga: PHK Meningkat Tajam di 2024, Jakarta Jadi Penyumbang Terbesar
Lebih lanjut, Kim menegaskan bahwa 2025 akan menjadi tahun yang sangat penting bagi Korea Utara dalam mengembangkan potensi nuklirnya.
Ia menyebut pengembangan senjata nuklir bukan hanya sekadar strategi pertahanan, tetapi juga tugas besar yang harus terus dijalankan demi menjaga kedaulatan negara. Korea Utara, kata Kim, tidak boleh lengah dalam menghadapi ancaman baru yang mungkin muncul di masa depan.
Baca Juga: Ramalan Cuaca 30 Januari, Jakarta dan Sekitarnya Siap-siap Diguyur Hujan!
Menariknya, pernyataan tegas ini datang tak lama setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan keinginannya untuk bertemu kembali dengan Kim.
Sebelumnya, selama masa jabatan pertamanya, Trump sempat mengadakan tiga kali pertemuan dengan Kim guna membahas denuklirisasi Semenanjung Korea.
Baca Juga: PJ Walikota Beri Support pada Keluarga Korban Siswa SMP 7 Mojokerto yang Tenggelam
Namun, perundingan tersebut tidak menghasilkan kesepakatan konkret, dan Korea Utara justru kembali mengembangkan program nuklirnya setelah Trump lengser dari jabatan presiden.
Dengan situasi geopolitik yang semakin kompleks, perintah Kim untuk memperkuat pertahanan nuklirnya tentu akan menarik perhatian dunia.
Artikel Terkait
Gara-Gara Deepseek AI Cina, Perplexity AI Ajukan Proposal Merger dengan TikTok US: Pemerintah AS Bisa Miliki Hingga 50% Saham, Begini Dampaknya!
Eks Kasat Reskrim Jaksel Diduga Lakukan Pemerasan pada Tersangka Pembunuhan agar Kasus Dihentikan
Dituding Lakukan Pemerasan pada Tersangka Pembunuhan, AKBP Bintoro Membantah
AKBP Bintoro dan 3 Pollisi Lain Ditahan Karena Diduga Lakukan Pemerasan pada Tersangka Pembunuhan
Rombongan Outing Class SMP 7 Mojokerto Tenggelam di Pantai Drini, 4 Orang Tewas
Akibat Tragedi SMP 7 Mojokerto yang Sebabkan 4 Siswa Tewas Tenggelam, Pemkot Berhentikan Outing Class
PJ Walikota Beri Support pada Keluarga Korban Siswa SMP 7 Mojokerto yang Tenggelam
Ramalan Cuaca 30 Januari, Jakarta dan Sekitarnya Siap-siap Diguyur Hujan!
PHK Meningkat Tajam di 2024, Jakarta Jadi Penyumbang Terbesar
Alibaba Rilis Qwen, Tantang DeepSeek dan GPT-4 di Kancah AI