Bangkok Masuk Zona Merah Polusi Udara, Thailand Terapkan Kebijakan Transportasi Umum Gratis dan Tutup 350 Sekolah

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Rabu, 29 Januari 2025 | 12:18 WIB
Ilustrasi Kota yang memiliki Polusi Udara yang buruk.  (Foto : forestdigest.com)
Ilustrasi Kota yang memiliki Polusi Udara yang buruk. (Foto : forestdigest.com)

"Pemerintah akan terus berupaya mengambil langkah konkret untuk mengurangi dampak polusi secepat mungkin," ungkapnya.

Bangkok Masuk Zona Merah Polusi Udara
Menurut data dari IQAir, pada Jumat, 24 Januari 2025, kualitas udara di Bangkok mencapai indeks 188 pada pukul 09.40 waktu setempat.

Kondisi ini menjadikan Bangkok sebagai kota dengan tingkat polusi udara terburuk keempat di dunia saat itu.

Baca Juga: Menu Serangga dan Ulat untuk MBG Jadi Kontroversi, Ahli Gizi Nilai Tidak Etis dan Dapat Merusak Selera Anak

Pemerintah Metropolitan Bangkok (BMA) mengumumkan bahwa 48 dari 50 distrik di kota ini masuk dalam kategori zona merah, yang berarti tingkat polusinya berbahaya bagi kesehatan.

Rata-rata konsentrasi partikel PM2.5 di wilayah tersebut mencapai 88,4 µg/m³, dengan Distrik Nong Khaem mencatatkan kadar tertinggi sebesar 108 µg/m³.

Sebagai respons terhadap kondisi ini, pemerintah setempat mengimbau warga untuk bekerja dari rumah apabila memungkinkan dan membatasi aktivitas di luar ruangan guna mengurangi paparan terhadap polusi udara.

Baca Juga: Resep Paling Pas Cookies Keju Cokelat yang Disukai Semua Usia

Dampak di Wilayah Asia Tenggara
Bangkok bukan satu-satunya kota di Asia Tenggara yang mengalami krisis kualitas udara. Beberapa kota besar lain di kawasan ini juga mencatatkan tingkat polusi yang mengkhawatirkan.

Ibu Kota Vietnam, Ho Chi Minh City, bahkan berada dalam kondisi lebih buruk dibandingkan Bangkok. Sementara itu, Phnom Penh di Kamboja menempati peringkat kelima dalam daftar kota dengan udara terburuk, dan Hanoi berada di posisi ketujuh.

Pemerintah Thailand berharap bahwa kebijakan transportasi gratis ini tidak hanya berdampak positif terhadap perbaikan kualitas udara, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat untuk beralih ke transportasi umum demi menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X