INSIBERNEWS - Ketegangan di Tepi Barat semakin meningkat setelah tentara Israel memperluas operasi militernya ke kota Tulkarem, menyusul serangan sebelumnya di Jenin sejak 21 Januari.
Serangan terbaru yang berlangsung sejak Senin (27/1) ini menyasar dua kamp pengungsi, Nur Shams dan Tulkarem, serta mengubah wilayah tersebut menjadi barak militer. Situasi ini memaksa puluhan keluarga Palestina meninggalkan rumah mereka demi keselamatan.
Baca Juga: Trump Kembali Tegaskan Larangan Transgender di Militer AS, Kebijakan Menuai Kontroversi
Menurut kesaksian warga setempat, pasukan Israel menerapkan tindakan represif dengan menghancurkan infrastruktur dan menjadikan warga sipil sebagai tameng manusia.
Kepala Komite Pelayanan di Kamp Tulkarem, Faisal Salama, mengungkapkan bahwa situasi di kota tersebut semakin mencekam, dengan serangan udara dan penindakan brutal terhadap penduduk sipil.
Baca Juga: Arab Saudi Kini Izinkan Investor Asing Masuk ke Sektor Properti di Makkah & Madinah
Data dari Kementerian Kesehatan Palestina menyebutkan bahwa dua warga Palestina tewas dan tiga lainnya terluka akibat serangan drone Israel di Tulkarem sehari sebelumnya.
Penyiar publik Israel, KAN, mengonfirmasi bahwa serangan ini merupakan bagian dari operasi militer yang diperluas ke wilayah utara Tepi Barat. Di Jenin, yang lebih dulu menjadi sasaran, pasukan Israel telah menewaskan sedikitnya 16 warga Palestina dan melukai 50 lainnya hanya dalam satu pekan terakhir.
Baca Juga: Banjir Lumpuhkan Sejumlah Ruas Jalan di Jakarta, Motor Mogok & Lalu Lintas Macet
Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan akibat perang Israel di Gaza, yang telah menyebabkan lebih dari 47.300 warga Palestina tewas dan lebih dari 111.500 lainnya terluka sejak 7 Oktober 2023.
Sementara itu, di Tepi Barat sendiri, agresi Israel sejak perang Gaza dimulai telah merenggut nyawa setidaknya 880 warga Palestina, dengan lebih dari 6.700 lainnya terluka.
Baca Juga: Menlu Iran Sindir Trump Soal Isu Relokasi Warga Gaza: Kenapa Bukan Israel yang Dipindahkan?
Meski gencatan senjata dan kesepakatan pertukaran tahanan telah disepakati di Gaza sejak 19 Januari, kekerasan di wilayah lain masih berlanjut. Warga Palestina di Tepi Barat menghadapi kondisi yang semakin tidak aman, dengan serangan militer yang terus menggempur kota-kota mereka.
Baca Juga: Penasaran! Mengapa Perayaan Imlek Selalu Dikaitkan dengan Hujan?
Artikel Terkait
AI China DeepSeek Bikin Nasdaq Anjlok! Nvidia Kehilangan Rekor $593 Miliar, AI Murah China Menjadi Ancaman Terbesar!
Warna dan Makanan Feng Shui ini dipercaya Bisa Membawa Keberuntungan di Tahun 2025, Cek Apakah Kamu Termasuk Orang Yang Beruntung?
BGN Rekomendasikan Serangga sebagai Menu MBG, Dokter Spesialis Gizi Nilai Perlu Dikaji Ulang
Menu Serangga dan Ulat untuk MBG Jadi Kontroversi, Ahli Gizi Nilai Tidak Etis dan Dapat Merusak Selera Anak
Ramalan Cuaca Hari Ini! Daerah Jakarta Dan Sekitarnya Siap Siaga Hujan Seharian
Hamas Bahas Pemerintahan Baru di Gaza, Israel Tak Setuju?
Menlu Iran Sindir Trump Soal Isu Relokasi Warga Gaza: Kenapa Bukan Israel yang Dipindahkan?
Banjir Lumpuhkan Sejumlah Ruas Jalan di Jakarta, Motor Mogok & Lalu Lintas Macet
Arab Saudi Kini Izinkan Investor Asing Masuk ke Sektor Properti di Makkah & Madinah
Trump Kembali Tegaskan Larangan Transgender di Militer AS, Kebijakan Menuai Kontroversi