Kasus TB HIV Meningkat, Kemenkes Genjot Skrining dan Pengobatan untuk Eliminasi

Photo Author
- Sabtu, 25 Januari 2025 | 10:44 WIB
Ilustrasi Selamatkan dari HIV (Foto: Kemenkes RI)
Ilustrasi Selamatkan dari HIV (Foto: Kemenkes RI)

INSIBERNEWS - Kementerian Kesehatan mengungkapkan bahwa pada tahun 2024 tercatat 17.136 kasus TB HIV, meningkat dibandingkan tahun 2022 yang berada di angka 15.375 kasus, berdasarkan data Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB).

Peningkatan ini mendorong pemerintah untuk memperkuat langkah eliminasi TB, salah satunya melalui integrasi skrining TB dalam program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang lebih luas.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan dan Kementerian Hukum Perkuat Kerja Sama, Beri Jaminan Sosial Non ASN

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes, Ina Agustina Isturini, menegaskan pentingnya mendeteksi TB pada Orang dengan HIV (ODHIV) secara dini. Skrining TB menjadi prioritas, karena penanganan yang cepat dapat mencegah komplikasi lebih lanjut.

“Bagi ODHIV yang terdeteksi TB, kami memastikan mereka mendapatkan pengobatan TBC sekaligus antiretroviral (ARV),” ujar Ina dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Baca Juga: Fakta atau Mitos: Lupa Baca Doa, Setan Ikut Makan Makanan Kita?

Ia menjelaskan, pemberian ARV dilakukan segera tanpa memandang stadium HIV dan kadar CD4 pasien. Idealnya, ARV diberikan pada hari yang sama dengan diagnosis atau selambat-lambatnya tujuh hari setelahnya.

Untuk pasien TB yang terdiagnosis HIV, ARV harus diberikan dalam waktu dua pekan pertama. Sementara itu, bagi ODHIV yang tidak terinfeksi TB, terapi pencegahan tuberkulosis (TPT) akan menjadi solusi.

Baca Juga: Seorang Oknum Polisi Muda Dievaluasi Propam Usai Video Viral Dirinya Bermain Sirine Sambil Tertawa

Selain ODHIV, kelompok rentan lain seperti anak-anak, lansia, perokok, dan individu dengan sistem kekebalan tubuh lemah juga menjadi perhatian utama.

"TB adalah penyakit menular yang sangat berbahaya jika tidak segera ditangani. Namun, kabar baiknya adalah TB bisa disembuhkan, asalkan pasien patuh menjalani pengobatan yang biasanya berlangsung 6 bulan hingga lebih dari setahun," tambahnya.

Dukungan dari masyarakat pun menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengobatan pasien TB.

Baca Juga: CELIOS Nilai Kampus Tidak Mampu untuk Kelola Tambang Demi Perbaiki Finansial, Ini Alasannya!

Per Januari 2025, Kemenkes mencatat sekitar 860 ribu kasus TB pada 2024 dari estimasi total 1.092.000 kasus. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan notifikasi kasus 2023 yang mencapai 820 ribu dari estimasi 1.060.000 kasus.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X