INSIBERNEWS - Polresta Pekanbaru bersama Polsek Lima Puluh berhasil mengungkap kasus sindikat penjualan bayi yang melibatkan enam orang tersangka, salah satunya seorang bidan.
Penyidikan masih berlangsung untuk mengejar dua pelaku lainnya yang hingga kini buron. Modus operandi sindikat ini cukup canggih, memanfaatkan platform media sosial TikTok serta grup WhatsApp untuk menawarkan bayi ke calon pembeli, baik di dalam negeri maupun luar negeri seperti Malaysia.
Baca Juga: Waspada! Makanan Ini Sebaiknya Tak Dipanaskan Ulang
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bery Juana Putra, menyebutkan bahwa berdasarkan pengakuan para tersangka, setidaknya enam bayi telah dijual dengan harga adopsi berkisar Rp30 juta hingga Rp35 juta per bayi.
Namun, dugaan jumlah bayi yang telah dijual bisa lebih banyak karena ditemukan grup WhatsApp yang dihapus salah satu pelaku sebelum penangkapan.
Baca Juga: Sidang Praperadilan Hasto Kristiyanto Ditunda, KPK Tak Hadir
"Ada indikasi jumlah bayi yang dijual bisa mencapai belasan. Saat ini kami terus mengembangkan penyidikan untuk mengungkap lebih jauh," ujar Bery dalam keterangan pers, Senin (20/1/2025).
Dalam penggerebekan, polisi menemukan barang bukti berupa telepon genggam dengan jejak digital transaksi, buku rekening, rekening koran, kartu ATM, surat keterangan lahir palsu, dan sebuah mobil.
Baca Juga: Buntut Konten Viral di Lokasi Kebakaran LA, Uya Kuya Akan Dipanggil MKD DPR
Salah satu grup WhatsApp yang masih terdeteksi bernama "Pejuang Garis Dua," menjadi kunci dalam penyelidikan lebih lanjut. Saat ini, penyidik tengah bekerja sama dengan Laboratorium Forensik untuk memulihkan data dari grup yang sempat dihapus pelaku.
Terungkap pula bahwa jaringan ini melibatkan penjualan bayi lintas pulau, dari Sumatra hingga Jawa, bahkan hingga ke negara tetangga Malaysia.
Baca Juga: Pakar Kesehatan Soroti Dampak Keputusan AS Tinggalkan WHO, Apa Saja yang Akan Terjadi?
Kapolsek Lima Puluh, AKP Viola Dwi Anggraini, menegaskan bahwa pengungkapan ini baru awal dari upaya pembongkaran sindikat perdagangan bayi.
"Kami masih menelusuri jaringan ini hingga tuntas, termasuk memburu dua pelaku yang masih buron," tambahnya.
Artikel Terkait
Ranking 1 di Mataram, Ini Profil Universitas Mataram yang Berdiri Tahun 1962
Biodata Universitas Medan Area, Juara Universitas Terbaik di Medan Sumatera Utara
Ranking 1 di Mojokerto, Ini Profil Universitas Islam Majapahit yang Berdiri Tahun 1999
Ada Universitas Mataram? Ini 10 Universitas Terbaik yang Ada di Mataram Nusa Tenggara Barat
Daftar 12 Universitas Terbaik di Medan, Juaranya Bukan Universitas Sumatera Utara Melainkan....
Profil Universitas Muhammadiyah Kudus, Masuk Daftar Universitas Terbaik di Kudus Versi UniRank
Ini Biodata Universitas Islam Al-Ihya Kuningan: Peringkat 2 Universitas Terbaik di Kuningan
Donald Trump Resmi Keluarkan AS dari WHO, Keputusan Yang Picu Pro dan Kontra
Pakar Kesehatan Soroti Dampak Keputusan AS Tinggalkan WHO, Apa Saja yang Akan Terjadi?
Sidang Praperadilan Hasto Kristiyanto Ditunda, KPK Tak Hadir