INSIBERNEWS - Gencatan senjata akan dilakukan pada Minggu (19/1/2025) oleh Israel dan Palestina.
Perdana Menteri Qatar mengumumkan bahwa baik Israel maupun Palestina telah setuju untuk melakukan gencatan senjata.
Gencatan senjata yang dilakukan oleh Israel dan Palestina akan dilaksanakan selama 42 hari.
Baca Juga: Berencana Legalkan Judi dan Kasino, Seberapa Besar Dampaknya pada Ekonomi Thailand
Dilansir INsibernews dari akun Instagram @ngomonginuang (16/1/2025), Israel dan Palestina tidak hanya melaksanakan gencatan senjata saja.
Mereka juga akan melakukan penukaran sandera dan tahanan. Palestina sendiri akan melepaskan 33 sandera.
Kesepakatan ini terjadi dengan mediasi yang dilakukan oleh Qatar dan Amerika Serikat.
Baca Juga: Jepang Alami Over Tourism Akibat Mata Uang Yen Lemah, Simak Rekomendasi Spot yang Sepi
Dengan adanya kesepakatan ini maka militer Israel akan menarik pasukannya dari daerah padat penduduk.
Sehingga warga Palestina dapat kembali pulang ke rumah mereka yang berada di jalur Gaza.
Gencatan senjata adalah suatu kesepakatan untuk menghentikan atau menangguhkan sementara pertempuran dalam konflik bersenjata.
Baca Juga: Dambaan Banget! Sofa Comfy Desain Minimalis Estetik untuk Living Room Sigma Idaman Kaum Rebahan
Biasanya dilakukan untuk memungkinkan negosiasi perdamaian atau memberikan waktu bagi bantuan kemanusiaan.
Gencatan senjata dapat terjadi dalam berbagai situasi, baik itu dalam perang antarnegara, perang saudara, maupun konflik berskala lebih kecil.
Artikel Terkait
Memiliki Pandangan yang Sama, Prabowo dan Presiden Mesir Kompak Suarakan Gencatan Senjata di Palestina
Pernyataan Kontroversial Pejabat Palestina: Pasukan Keamanan PA Bukan untuk Melawan Israel
Cinta Kuya Tidak Setuju Kebakaran di Los Angeles AS Dikaitkan Dengan Palestina, Begini Alasannya
Setelah Konflik Panjang, Israel dan Palestina Sepakat untuk Lakukan Gencatan Senjata
Joe Biden Sampaikan Bahwa Para Sandera Palestina akan Segera Dibebaskan oleh Israel