Apa Alasan Kebakaran di Los Angeles Susah Dipadamkan? Hingga Buat Kerugian Sampai Rp4.000 Triliun!

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Rabu, 15 Januari 2025 | 14:52 WIB
Korban jiwa berjatuhan pada kebakaran di Los Angeles (Akun X @stillgray)
Korban jiwa berjatuhan pada kebakaran di Los Angeles (Akun X @stillgray)

INSIBERNEWS - Menjadi sorotan dunia, kebakaran hebat yang terjadi di Los Angeles, California, Amerika Serikat, telah menghanguskan ribuan bangunan.

Sejak kebakaran dimulai pada Selasa, 7 Januari 2025 hingga Selasa, 14 Januari 2025, diketahui jumlah korban jiwa akibat bencana ini sudah bertambah menjadi 24 orang.

Kobaran ganas api tersebut menghanguskan sekitar 40.000 hektar lahan di wilayah Greater Los Angeles serta menghancurkan lebih dari 12.300 bangunan dan menelan kerugian mencapai Rp4.000 triliun.

Baca Juga: Koin Jagat Sedang Ramai Diburu, Hati-hati Pemain Bisa Terancam Pidana karena Hal Ini!

Meski pihak pemadam kebakaran telah melakukan segala upaya untuk memadamkan titik api, namun kebakaran ini sulit dikendalikan dan terus meluas.

Berikut beberapa kendala yang membuat api menjadi sulit dipadamkan:

1. Dampak Krisis Iklim
Perubahan iklim turut berperan memperparah situasi. Stefan Doerr, Direktur Pusat Penelitian Kebakaran Liar di Universitas Swansea, menyebut bahwa suhu global yang meningkat akibat pembakaran bahan bakar fosil telah memperpanjang musim kebakaran.

"Beberapa penelitian menunjukkan bahwa musim kebakaran di California telah diperpanjang secara signifikan selama beberapa dekade terakhir," kata Doerr kepada Anadolu Agency.

Baca Juga: Link Nonton Live Streaming Manchester United 2025 Lengkap Dengan Jadwal Pertandingan yang Wajib Kamu Tahu, Jangan Sampai Ketinggalan!

Selain itu, vegetasi yang mengering serta penurunan kelembapan menjadi faktor utama yang mempermudah penyebaran api.

2. Kekurangan Air
Sulitnya api dipadamkan juga terjadi karena tim pemadam kebakaran menghadapi kesulitan besar karena pasokan air yang tidak memadai.

Waduk besar di Palisades yang biasanya menampung hingga 117 juta galon air telah ditutup sejak Februari 2024, jauh sebelum kebakaran melanda California Selatan.

Selain itu, banyak hidran di wilayah Palisades yang mengering. Salah satu petugas pemadam kebakaran mengungkapkan bahwa tekanan air dari hidran berkurang drastis saat hendak mengisi ulang kendaraan mereka.

Baca Juga: Indonesia Ajukan Penurunan Tarif Dagang ke AS di Tengah Kebijakan Proteksionis Donald Trump

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X