Tidak Ada Susu di Menu Program Makan Bergizi Gratis, Apakah Kandungan Gizi Terpenuhi?

Photo Author
Awit Wiarni, Insibernews
- Rabu, 8 Januari 2025 | 22:28 WIB
Kandungan gizi pada menu program makan bergizi gratis tanpa susu dipertanyakan (Unsplash)
Kandungan gizi pada menu program makan bergizi gratis tanpa susu dipertanyakan (Unsplash)

INSIBERNEWS - Susu yang tidak ada di menu makan bergizi gratis menimbulkan pertanyaan di masyarakat.

Apakah menu di program makan bergizi gratis tanpa susu sudah memenuhi standar gizi yang ditentukan.

Karena diketahui bahwa pada pedoman gizi seimbang, susu menjadi salah satu sumber protein, kalsium, dan nutrisi.

Baca Juga: Apple Resmi Investasi di Indonesia dan Bangun Pabrik AirTag, iPhone 16 Bisa Masuk Pasar Domestik?

Meskipun susu dikenal sebagai sumber utama nutrisi yang penting, seperti kalsium, protein, dan vitamin D, konsumsi susu tidak diwajibkan sebagai penyempurna makanan.

Hal ini karena kandungan gizi yang ada dalam susu dapat dipenuhi melalui berbagai bahan makanan lain yang juga kaya nutrisi.

Beberapa orang, terutama mereka yang memiliki intoleransi laktosa, alergi susu, atau memilih pola makan berbasis nabati, mungkin sulit untuk mengonsumsi susu tanpa mengalami efek samping.

Baca Juga: PSSI Resmi Tunjuk Patrick Kluivert Gantikan Shin Tae-yong Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Siap Bawa Garuda Mendunia?

Kalsium, salah satu kandungan utama susu, dapat ditemukan dalam berbagai bahan makanan lain seperti sayuran hijau (seperti brokoli dan kale).

Kemudia terdapat pula pada kacang-kacangan (terutama almond dan kedelai), serta produk berbasis nabati yang diperkaya kalsium seperti susu kedelai atau susu almond.

Vitamin D, yang membantu penyerapan kalsium, juga dapat diperoleh dari paparan sinar matahari, serta makanan seperti ikan berlemak (salmon dan makarel) dan telur.

Baca Juga: Bukalapak Tutup Marketplace: Fokus Jualan Pulsa dan Token, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Protein, yang menjadi salah satu keunggulan susu, dapat dipenuhi dari sumber lain seperti daging, ayam, ikan, telur, tahu, tempe, dan kacang-kacangan.

Bahkan, bagi vegetarian atau vegan, ada banyak alternatif protein nabati yang cukup lengkap, seperti quinoa dan chia seeds.

Halaman:

Editor: Awit Wiarni

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X