INSIBERNEWS - Susu yang tidak ada di menu makan bergizi gratis menimbulkan pertanyaan di masyarakat.
Apakah menu di program makan bergizi gratis tanpa susu sudah memenuhi standar gizi yang ditentukan.
Karena diketahui bahwa pada pedoman gizi seimbang, susu menjadi salah satu sumber protein, kalsium, dan nutrisi.
Baca Juga: Apple Resmi Investasi di Indonesia dan Bangun Pabrik AirTag, iPhone 16 Bisa Masuk Pasar Domestik?
Meskipun susu dikenal sebagai sumber utama nutrisi yang penting, seperti kalsium, protein, dan vitamin D, konsumsi susu tidak diwajibkan sebagai penyempurna makanan.
Hal ini karena kandungan gizi yang ada dalam susu dapat dipenuhi melalui berbagai bahan makanan lain yang juga kaya nutrisi.
Beberapa orang, terutama mereka yang memiliki intoleransi laktosa, alergi susu, atau memilih pola makan berbasis nabati, mungkin sulit untuk mengonsumsi susu tanpa mengalami efek samping.
Kalsium, salah satu kandungan utama susu, dapat ditemukan dalam berbagai bahan makanan lain seperti sayuran hijau (seperti brokoli dan kale).
Kemudia terdapat pula pada kacang-kacangan (terutama almond dan kedelai), serta produk berbasis nabati yang diperkaya kalsium seperti susu kedelai atau susu almond.
Vitamin D, yang membantu penyerapan kalsium, juga dapat diperoleh dari paparan sinar matahari, serta makanan seperti ikan berlemak (salmon dan makarel) dan telur.
Baca Juga: Bukalapak Tutup Marketplace: Fokus Jualan Pulsa dan Token, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Protein, yang menjadi salah satu keunggulan susu, dapat dipenuhi dari sumber lain seperti daging, ayam, ikan, telur, tahu, tempe, dan kacang-kacangan.
Bahkan, bagi vegetarian atau vegan, ada banyak alternatif protein nabati yang cukup lengkap, seperti quinoa dan chia seeds.
Artikel Terkait
Pemerintah Targetkan 5.000 Kepala SPPG untuk Kelola Dapur Makan Bergizi Gratis di 2025
Tertarik Jadi Mitra Program Makan Bergizi Gratis? Begini Cara Daftar hingga Proses Verifikasi dari BGN
Disorot Media Asing, Ungkapan Syukur Penerima Makan Bergizi Gratis saat Diwawancarai Al Jazeera: Alhamdulillah Kami Terbantu
Anggaran untuk Program Makan Bergizi Gratis Ternyata hanya Cukup Sampai Juni 2025, Bagaimana Kelanjutannya?
Tidak Sesuai Janji Kampanye, Kini Tidak Ada Susu di Menu Makan Bergizi Gratis