INSIBERNEWS - Program Makan Bergizi Gratis sudah mulai dilaksanakan pada Senin (6/1/2025).
Masyarakat menilai bahwa Program Makan Bergizi Gratis akan memberikan banyak manfaat.
Namun di balik itu, ternyata Program Makan Bergizi Gratis membutuhkan dana yang tidak sedikit.
Baca Juga: Waduh! Rencana Prabowo Hapus Utang UMKM Ternyata Buat Investor Asing Kabur dan Saham Anjlok
Program makan bergizi gratis untuk anak-anak merupakan inisiatif penting dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan generasi muda, terutama di daerah-daerah yang rawan kemiskinan.
Namun, pelaksanaannya membutuhkan anggaran yang cukup besar, mengingat berbagai aspek yang harus dipenuhi.
Makanan yang disediakan harus memenuhi standar gizi yang seimbang, melibatkan tenaga kerja, logistik, serta fasilitas yang memadai untuk memastikan distribusi berjalan dengan lancar.
Baca Juga: Kemenkes Ungkap Peningkatan Virus HMPV di China Hoax, Akui Telah Baca Data Valid
Bahan makanan yang bergizi, seperti sayur, buah, protein, dan karbohidrat, harus tersedia dalam jumlah yang cukup dan terjamin kualitasnya.
Selain itu, untuk mencapainya, pemerintah atau lembaga yang menjalankan program ini memerlukan dana untuk pembelian bahan baku.
Adapun biaya operasional seperti transportasi dan pengelolaan, serta pelatihan untuk staf yang terlibat dalam penyajian makanan.
Saat ini anggaran yang disediakan untuk program tersebut adalah Rp71 triliun.
Artikel Terkait
Terungkap! Ini Kronologi Penipuan Program Makan Bergizi Gratis pada Puluhan Pengusaha Katering
Tanggapan Badan Gizi Nasional Terkait Puluhan Pegusaha Katering yang Jadi Korban Penipuan Program Makan Bergizi Gratis
Program Makan Bergizi Gratis Dimulai 6 Januari, Badan Gizi Siapkan Segalanya
Belum Genap 100 Hari Menjabat, Prabowo Tepati Janji Program Makan Bergizi Gratis yang Mulai Dilakukan di 26 Provinsi Hari Ini
Tertarik Jadi Mitra Program Makan Bergizi Gratis? Begini Cara Daftar hingga Proses Verifikasi dari BGN