Usulan Anak SD Belajar Saham, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Beri Tanggapan

Photo Author
- Rabu, 8 Januari 2025 | 14:12 WIB
Mendikdasmen Abdul Mu’ti Beri Tanggapan Soal Usulan Anak SD Belajar Saham   (Foto : Dok/Muhammadiyah)
Mendikdasmen Abdul Mu’ti Beri Tanggapan Soal Usulan Anak SD Belajar Saham (Foto : Dok/Muhammadiyah)

INSIBERNEWS - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memberikan tanggapan terkait wacana pengenalan saham dan perdagangan bursa kepada siswa sekolah dasar (SD).

Ia menilai konsep ini memungkinkan untuk diintegrasikan dalam pembelajaran matematika atau ekonomi.

Baca Juga: Banjir Landa Arab Saudi, Aktivitas di Tiga Kota Besar Terganggu

Abdul Mu’ti mengungkapkan, pendekatan seperti ini dapat mendukung proses pembelajaran yang lebih mendalam dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

"Pasar modal dapat menjadi bagian dari kajian di pelajaran matematika atau ekonomi. Ini juga sejalan dengan upaya menciptakan pembelajaran terintegrasi yang menghubungkan pelajaran dengan realitas kehidupan, seperti perdagangan saham," ujar Abdul Mu’ti, Selasa (7/1/2025).

Baca Juga: KPU Batu Tetapkan Nurochman Pemenang Pilwalkot Batu 2024, Ternyata Segini Harta Kekayaannya

Gagasan ini sebelumnya diutarakan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam acara pembukaan perdagangan saham tahun 2025. Menurutnya, pendidikan tentang saham perlu dimulai sejak dini, bahkan dari bangku SD.

Ia beralasan bahwa pemahaman dasar mengenai pasar modal akan membantu generasi muda lebih melek finansial dan memahami pentingnya investasi sebagai bagian dari pengelolaan keuangan.

Baca Juga: Muhammadiyah Resmi Umumkan Awal Ramadhan 1446H, Berikut Jadwalnya!

Meski demikian, Abdul Mu’ti menekankan bahwa implementasi ide ini harus dirancang dengan matang.

"Pengenalan saham kepada anak SD tentu perlu disesuaikan dengan kemampuan mereka. Materi yang diajarkan harus sederhana, menyenangkan, dan tidak membuat mereka terbebani," jelasnya.

Baca Juga: Utang Paylater Meningkat Pesat di 2024, OJK: Capai 21,77 Triliun

Ia menambahkan bahwa pendekatan ini akan lebih efektif jika tidak hanya berupa teori, tetapi juga melibatkan praktik sederhana yang relevan dengan usia anak.

Wacana ini menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Sebagian mendukung karena dianggap mampu membangun kesadaran finansial sejak dini, sementara sebagian lainnya merasa khawatir anak-anak akan kehilangan fokus pada aspek fundamental pendidikan dasar.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X