INSIBERNEWS - Heboh mengenai Jokowi yang dinobatkan menjadi salah satu tokoh dunia terkorup akhirnya mendapat tanggapan dari Mantan Presiden Indonesia ke-7 ini.
Sebelumnya, Jokowi dipilih menjadi salah satu tokoh yang masuk finalis Person of the Year 2024 in Organized Crime and Corruption.
Penobatan tersebut diberikan kepada Jokowi oleh Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP).
Baca Juga: Tidak Perlu Khawatir! Meski PPN Naik 12 Persen Namun Tiket Kereta Api Tidak Kena Dampaknya
OCCRP sendiri merupakan organisasi jurnalisme investigasi yang fokus dalam isi korupsi.
OCCRP telah mengumumkan penghargaan Person of The Year pada akhir tahun 2024 ini.
Penghargaan tersebut diberikan kepada tokoh dunia yang dinilai paling banyak melakukan kerusakan karena kejahatan yang terorganisasi dan korupsi.
Baca Juga: Buntut Kasus Penembakan Siswa SMK, Kapolri Copot Kapolrestabes Semarang!
OCCRP menetapkan Presiden Suriah Bashar Al Assad sebagai pemenang Person of the Year 2024 in Organized Crime and Corruption.
Di samping itu terdapat 5 finalis dalam penghargaan tersebut, yaitu:
- Presiden Kenya William Ruto
- Presiden Indonesia ke-7 Joko Widodo
- Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu
- Perdana Menteri Bangladesh ke-10 Sheikh Hasina
- Pengusaha India Gautam Adani
Baca Juga: Vonis Ringan Harvey Moeis Dicurigai oleh Presiden Prabowo dan Dianggap Menyakiti Rasa Keadilan
Menurut Joko Widodo, penobatan tersebut bersifat politis karena saat ini pihak manapun bisa menggunakan kendaraan apa saja untuk menuduh negatif dan juga memberikan framing buruk.
Dipantau INsibernews pada kediaman Jokowi di Solo, mantan Presiden Indonesia ke-7 ini menganggap bahwa saat ini banyak bertebaran fitnah dan juga framing jahat.
Artikel Terkait
Kocaknya Wapres Gibran dan Jokowi Ikut Tren Reaction Joget Emak-emak Viral ‘Waktu Ku Kecil’ di Medsos
PDIP Balas Sindiran Gerindra: Kenaikan PPN 12 Persen Sesuai UU Inisiatif Pemerintahan Jokowi
Rocky Gerung Sebut Dokumen yang Disimpan Connie Rahakundini Berpotensi Ungkap Kejahatan Kekuasaan Jokowi
Jokowi Bantah Isu Tiga Periode: Jangan Ada Framing Jahat
Bahlil Lahadalia Bela Jokowi Soal Tuduhan Perpanjangan Masa Jabatan 3 Periode