Dinobatkan Menjadi Salah Satu Tokoh Dunia Terkorup Menurut OCCRP, Begini Tanggapan Jokowi!

Photo Author
Awit Wiarni, Insibernews
- Rabu, 1 Januari 2025 | 09:08 WIB
Jokowi buka suara mengenai penobatan orang terkorup yang diberikan kepadanya oleh OCCRP (Instagram @jokowi)
Jokowi buka suara mengenai penobatan orang terkorup yang diberikan kepadanya oleh OCCRP (Instagram @jokowi)

INSIBERNEWS - Heboh mengenai Jokowi yang dinobatkan menjadi salah satu tokoh dunia terkorup akhirnya mendapat tanggapan dari Mantan Presiden Indonesia ke-7 ini.

Sebelumnya, Jokowi dipilih menjadi salah satu tokoh yang masuk finalis Person of the Year 2024 in Organized Crime and Corruption.

Penobatan tersebut diberikan kepada Jokowi oleh Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP).

Baca Juga: Tidak Perlu Khawatir! Meski PPN Naik 12 Persen Namun Tiket Kereta Api Tidak Kena Dampaknya

OCCRP sendiri merupakan organisasi jurnalisme investigasi yang fokus dalam isi korupsi.

OCCRP telah mengumumkan penghargaan Person of The Year pada akhir tahun 2024 ini.

Penghargaan tersebut diberikan kepada tokoh dunia yang dinilai paling banyak melakukan kerusakan karena kejahatan yang terorganisasi dan korupsi.

Baca Juga: Buntut Kasus Penembakan Siswa SMK, Kapolri Copot Kapolrestabes Semarang!

OCCRP menetapkan Presiden Suriah Bashar Al Assad sebagai pemenang Person of the Year 2024 in Organized Crime and Corruption.

Di samping itu terdapat 5 finalis dalam penghargaan tersebut, yaitu:

  • Presiden Kenya William Ruto
  • Presiden Indonesia ke-7 Joko Widodo
  • Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu
  • Perdana Menteri Bangladesh ke-10 Sheikh Hasina
  • Pengusaha India Gautam Adani

Baca Juga: Vonis Ringan Harvey Moeis Dicurigai oleh Presiden Prabowo dan Dianggap Menyakiti Rasa Keadilan

Menurut Joko Widodo, penobatan tersebut bersifat politis karena saat ini pihak manapun bisa menggunakan kendaraan apa saja untuk menuduh negatif dan juga memberikan framing buruk.

Dipantau INsibernews pada kediaman Jokowi di Solo, mantan Presiden Indonesia ke-7 ini menganggap bahwa saat ini banyak bertebaran fitnah dan juga framing jahat.

Halaman:

Editor: Awit Wiarni

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X