Putin Ungkap Biden Pernah Menawarkan Penundaan Keanggotaan Ukraina di NATO

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Jumat, 27 Desember 2024 | 16:23 WIB
Vladimir Putin - Presiden Rusia (foto: Istimewa)
Vladimir Putin - Presiden Rusia (foto: Istimewa)

INSIBERNEWS - Presiden Rusia Vladimir Putin baru-baru ini mengungkapkan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden secara pribadi pernah menawarkan kepada dirinya sebuah proposal yang berfokus pada penundaan keanggotaan Ukraina di NATO.

Menurut Putin, tawaran ini datang pada tahun 2021, saat kedua pemimpin bertemu di Jenewa, Swiss.

Baca Juga: Jumlah Harta Kekayaan Ahmad Kholid, Pendamping Ischak Maulana di Pilkada Tegal yang Dinyatakan Menang oleh KPU

Biden dilaporkan mengusulkan agar Ukraina menunda keanggotaannya di NATO selama 10 hingga 15 tahun, dengan alasan bahwa negara tersebut belum siap untuk bergabung dengan blok militer tersebut.

Putin mengungkapkan informasi ini kepada wartawan setelah menghadiri pertemuan Dewan Ekonomi Eurasia Tertinggi (SEEC) di St. Petersburg pada Kamis, 26 Desember 2024.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Tingkatkan Manfaat JKP bagi Peserta yang Terdampak PHK

Ketika ditanya tentang kemungkinan negosiasi terkait pembekuan konflik Rusia-Ukraina, Putin mengonfirmasi bahwa pembicaraan seperti itu memang pernah terjadi, meskipun ia menegaskan bahwa keanggotaan Ukraina di NATO tetap tidak dapat diterima oleh Rusia, baik dalam waktu dekat maupun di masa depan.

Baca Juga: Refleksi Akhir Tahun 2024 Kementerian Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan: Fokus Sinergi dan Peningkatan Kinerja di 2025

Menurut Putin, permintaan Biden tersebut adalah untuk mencari solusi yang dapat membekukan konflik yang berlangsung antara Rusia dan Ukraina.

Namun, Putin menegaskan bahwa proposal tersebut tidak cukup untuk mengubah posisi Moskow terkait Ukraina dan NATO.

Baca Juga: Korupsi Emas 1,1 Ton, Pengusaha Budi Said Divonis 15 Tahun Penjara

"Dari sudut pandang sejarah, sepuluh tahun hanyalah sekejap mata," kata Putin, menambahkan bahwa Rusia berkomitmen untuk melanjutkan perjuangan demi mencapai tujuan militer dan politiknya.

Baca Juga: Sukses Dampingi Hendrik Lewerissa, Segini Harta Kekayaan yang Dimiliki Abdullah Vanath

Putin juga menegaskan bahwa Rusia tidak bermaksud untuk terus berperang, tetapi ingin menyelesaikan konflik dengan cara yang akan mengamankan kepentingan negara mereka.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X