INSIBERNEWS - Indonesia dan Amerika Serikat (AS) semakin memperkuat kerja sama di bidang teknologi digital, kali ini dengan fokus pada pengembangan pertanian berkelanjutan.
Dalam Dialog Teknologi Digital Indonesia-AS ke-2 yang berlangsung di Houston, AS, pada awal Desember 2024, kedua negara menjajaki peluang kolaborasi untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian di Indonesia melalui inovasi teknologi.
Baca Juga: 16 Juta Warga Akan Terima Bantuan Beras di Awal 2025, Fokus pada Keluarga Miskin
Ketua Delegasi Indonesia, Meri Binsar Simorangkir, menjelaskan bahwa dialog ini merupakan bagian dari implementasi Kemitraan Strategis Komprehensif antara Indonesia dan AS.
“Kegiatan ini bertujuan mendukung visi Asta Cita untuk mencapai ketahanan pangan nasional, sekaligus menjadi momentum penting bagi pengembangan teknologi digital di sektor pertanian,” ujarnya dalam keterangan resmi pada Senin (16/12/2024).
Baca Juga: Di Tengah Cadangan Minyak Melimpah: Iran Hadapi Pemadaman Listrik dan Penutupan Sekolah
Selain diskusi tentang teknologi, pertemuan ini juga membuka peluang kerja sama dalam bidang start-up agrikultur. Indonesia secara khusus mengundang para pelaku usaha pertanian AS untuk berinvestasi dalam sektor pertanian Tanah Air.
Salah satu hasil penting dari dialog ini adalah kesepakatan untuk membangun Digital Agriculture Ecosystem yang dirancang untuk mendukung semua aspek dalam rantai pasok pangan, mulai dari ketersediaan hingga distribusi dan pemanfaatannya secara optimal.
Baca Juga: Sambut Nataru, Kantor SAR Bandung Siap Laksanakan Siaga SAR, Berikut Ini Daftar Lokasinya
Konsul Jenderal Indonesia di Houston, Ourina Ritonga, mengatakan,
“Ekosistem ini diharapkan dapat mewujudkan ketahanan pangan yang tangguh, berkelanjutan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.”
Baca Juga: Program Sekolah Penggerak, Disdik Dukung Giat Panen Karya 2024 SMP Negeri 3 Purwakarta
Forum ini juga menjadi wadah bagi Indonesia untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, seperti Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, BUMN, perusahaan swasta, hingga akademisi dari universitas terkemuka.
Para ahli pertanian dari AS pun turut memberikan masukan, termasuk berbagi pengalaman dalam penerapan teknologi digital untuk pertanian cerdas (smart farming).
Artikel Terkait
Dwi Ayu Ceritakan Kronologi Penganiayaan Terhadapnya Yang Dilakukan Anak Bos Restoran Roti di Jakarta Timur
Tak Perlu Khawatir Selama Nataru, Layanan Keuangan Bakal Dioptimalkan BRI Melalui 1 Juta AgenBRILink
Fuji Diduga Bikin Konten Parodikan Agus Salim, Farhat Abbas Kemungkinan Akan Laporkan Adik Fadly Faisal
Sebelum Viral, Dwi Ayu Korban Kekerasan Anak Bos Roti Sempat Ditolak 2 Polsek Dan Dikirim Pengacara Dari Pelaku
Mengintip Serunya BRI CoreLab di UIN Raden Fatah Palembang, CEO Promedia Ungkap Perjalanan 17 Tahun Kariernya Jadi Jurnalis!
Program Sekolah Penggerak, Disdik Dukung Giat Panen Karya 2024 SMP Negeri 3 Purwakarta
Sambut Nataru, Kantor SAR Bandung Siap Laksanakan Siaga SAR, Berikut Ini Daftar Lokasinya
Di Tengah Cadangan Minyak Melimpah: Iran Hadapi Pemadaman Listrik dan Penutupan Sekolah
Honda dan Nissan Jajaki Merger untuk Hadapi Persaingan Ketat di Industri Mobil Listrik
16 Juta Warga Akan Terima Bantuan Beras di Awal 2025, Fokus pada Keluarga Miskin