Salah satu fokus utama adalah sistem anti fraud dan analisis risiko, yang memungkinkan identifikasi pola melalui big data dari berbagai sumber, termasuk data yang tidak terstruktur.
Sistem ini digunakan untuk mendeteksi penipuan, mengevaluasi risiko, dan mendukung produk-produk BRI.
Selain itu, AI juga diintegrasikan ke dalam layanan pintar di semua lini, mulai dari back office hingga front office, tujuannya tak lain untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan hasil operasional secara menyeluruh.
Baca Juga: Buktikan! 7 Trik Melamar Kerja Online agar Cepat Dapat Panggilan Wawancara
Meskipun demikian, Arga tetap menekankan perlunya prinsip kehati-hatian dan governance dalam menggunakan AI agar tidak menimbulkan dampak yang merugikan.
“AI memberikan benefit tapi jangan gelap mata dalam pemanfaatan AI. Kita menggunakan AI tetap harus melihat value yang dihasilkan,” pungkas Arga.
Artikel Terkait
10 Pertanyaan Wawancara Kerja yang Sering Ditanyakan dan Cara Terbaik Menjawabnya Agar Diterima!
Berteman Baik Dengan Nikita Mirzani, Anaknya Pernah Pacaran Dengan Lolly, Olla Ramlan Sebut Tak Pernah Ada Masalah Dengan Nikmir
Prabowo Dorong Swasembada Pangan sebagai Kunci Pengendalian Inflasi di Masa Depan
Vietnam Perpanjang Diskon Pajak Jadi 8 Persen Demi Dorong Ekonomi, Berlaku hingga Juni 2025
Lolos Uji Emisi Diusulkan Jadi Syarat Perpanjangan STNK, Langkah Baru Tekan Polusi Udara
Ramai Menanti Keputusan Presiden Prabowo, Ustadz Adi Hidayat Diisukan Pengganti Gus Miftah, Warganet: UAH dan UAS konsentrasi Dakwah Pembinaan Ummat .
Masjid IKN Bakal Jadi Masjid Negara, Gantikan Istiqlal
Kasus Penembakan Siswa di Semarang, Aipda Robig Zaenuddin Resmi Jadi Tersangka dan Dipecat
Jessica Iskandar Sebut Kelahiran Anak ke-3 nya Pengalaman Indah dan Luar Biasa Meskipun Sempat Alami Pendarahan
Israel Lancarkan Lebih dari 100 Serangan Udara ke Suriah, Fokus pada Senjata Kimia dan Rudal Jarak Jauh