INSIBERNEWS - Sebelumnya telah ramai kabar mengenai larangan media sosial bagi anak-anak di bawah umur di Australia.
Pada Jumat (29/11), Parlemen Australia akhirnya resmi mengesahkan larangan penggunaan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun.
Keputusan ini cukup menarik perhatian global karena batas umur yang ditetapkan oleh pemerintah dianggap cukup tinggi.
Dikabarkan aturan tersebut akan mulai diuji cobakan pada tahun depan di bulan Januari dan mulai berlaku satu tahun kemudian.
Pemerintah juga memberikan waktu satu tahun pada berbagai platform media sosial untuk berbenah. Jika ketahuan melanggar, mereka dapat dikenai denda hingga AUD 50 juta atau sekitar Rp516 M.
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengungkapkan, larangan tersebut dibuat untuk melindungi anak-anak dari bahaya media sosial.
Baca Juga: Kenali Apa Itu Sensitivitas Gluten? Wajib Hindari Sederet Makanan Ini
Adapun diketahui, situs-situs yang dilarang termasuk Facebook, Instagram, X, Snapchat, dan Tiktok.
Namun, larangan tersebut tidak berpengaruh untuk Youtube, Google Classroom, Whatsapp, dan beberapa platform ramah anak lainnya.
Beberapa pihak mengkritik kebijakan tersebut. Meta, perusahaan induk Facebook dan Instagram menilai bahwa aturan ini dibuat dengan terburu-buru.
Meta sendiri telah menerapkan batasan usia pengguna (14 tahun) dan melakukan moderasi konten. Di lain pihak, Tiktok dan X menilai bahwa definisi media sosial yang digunakan oleh pemerintah Australia terlalu luas.
Tak hanya itu, mereka menilai pembatasan ini bertentangan dengan UU di Australia mengenai kebebasan berekspresi. Beberapa pihak juga menilai, cara penerapan aturan ini masih tidak jelas.
Artikel Terkait
Seleksi Kompetensi Bidang atau SKB CPNS 2024: Inilah Kisi-kisi Formasi Perevitalisasi Bahasa dan Sastra
Formasi Perisalah Legislatif Ahli Pertama Apakah Ada Kisi-kisi? Simak Ini Sebelum Tes SKB CPNS 2024
Menantikan Jadwal Tes DNA, Rezky Aditya Terus Hubungi Wenny Ariani dan Siap Dihukum jika Hasil Tes Positif!
Mabes Polri hingga Komnas HAM Turun Tangan Dalam Kasus Siswa SMK yang Tewas Kena Tembak Polisi
Resmi Luncurkan Super Apps BRImo di Timor Leste, BRI Berupaya Perluas Inklusi Keuangan di Kawasan Asia Tenggara
Dapat Banyak Keluhan Masyarakat, Gibran Minta Mendikdasmen untuk Hapus Sistem Zonasi PPDB
Pakar Pendidikan Ungkap Akan Ada Ketidakadilan Jika Sistem Zonasi PPDB Dihapus
Ratusan Peserta Bersama Polres Purwakarta Antusias Ikut Kegiatan Fun Run 5K HUT Forum Human Resource and General Affair
Kenali Apa Itu Sensitivitas Gluten? Wajib Hindari Sederet Makanan Ini
Ciptakan Situasi Aman Kondusif, Bhabinkamtibmas Polsek Cibatu Aktif Sambang Warga