INSIBERNEWS - Putra tertua Presiden terpilih Donald Trump, Donald Trump Jr., mengungkapkan bahwa ayahnya berencana untuk membuka lebih banyak ruang bagi jurnalis independen dan influencer media sosial di Gedung Putih, sambil membatasi jurnalis dari media arus utama.
Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam podcastnya, Triggered with Donald Trump Jr., saat berbicara dengan komentator politik Michael Knowles dari Daily Wire.
Rencana untuk "Mengambil Alih Kursi" Media Arus Utama
Dalam podcast tersebut, Knowles bertanya apakah saatnya sudah tiba untuk "mengambil alih kursi" yang biasanya diberikan kepada media tradisional di konferensi pers Gedung Putih.
Trump Jr. menjawab dengan mengungkapkan percakapan antara dirinya dan ayahnya yang terjadi saat mereka terbang bersama, di mana mereka membahas tentang dunia podcast dan teman-temannya, termasuk Joe Rogan.
Trump Jr. mengatakan bahwa mereka berbicara mengenai kemungkinan membuka ruang pers untuk lebih banyak jurnalis independen, mengurangi kursi untuk jurnalis media arus utama yang dianggap terlalu kritis terhadap mereka.
"Jika New York Times berbohong, mereka mendukung segalanya yang berhubungan dengan Partai Demokrat, mengapa tidak memberi ruang kepada orang-orang yang memiliki lebih banyak pemirsa, lebih banyak pengikut?"
tambah Trump Jr. dalam podcast tersebut, menunjukkan ketidakpuasannya terhadap liputan media mainstream yang menurutnya berpihak pada pihak oposisi politik.
Trump Terus Kritik Media Arus Utama
Donald Trump, selama masa jabatannya sebagai Presiden, sering mengkritik media arus utama yang menurutnya tidak objektif dan sering kali memberikan liputan yang negatif terhadapnya.
Baru-baru ini, Trump mengajukan gugatan terhadap CBS News, menuntut ganti rugi sebesar $10 miliar atas wawancara "60 Minutes" dengan Wakil Presiden Kamala Harris yang dianggapnya bias.
Trump juga dikenal karena kebijakan ketatnya terhadap media, seperti ketika pada 2018 ia mencabut izin akses Gedung Putih dari koresponden CNN, Jim Acosta, setelah terjadi pertikaian yang melibatkan pertanyaan yang dianggap tidak pantas saat konferensi pers.
Baca Juga: Megawati Angkat Suara: 'Demokrasi Terancam Mati, Kumpulkan Bukti Intimidasi Aparat Negara!'
Mengapa Trump Fokus pada Jurnalis Independen?
Kebijakan yang diusulkan oleh Trump Jr. ini tampaknya merupakan respons terhadap pandangannya tentang media yang lebih besar dan pengaruh mereka dalam politik.
Menurut Trump Jr., jurnalis independen, yang dianggap lebih bebas dalam melaporkan tanpa tekanan dari pihak tertentu, lebih pantas mendapatkan tempat di Gedung Putih.
Artikel Terkait
Ikut Nyoblos, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Naik Vespa Limited Edition yang Jadi Sorotan
5 Cara Mengatasi Mobil yang Tidak Kuat Menanjak: Solusi Praktis dan Cerdas
Ban Tubeless vs Ban Dalam: Mana yang Lebih Unggul?
Korlantas Polri Siapkan BPKB Elektronik, Mulai 2025 Bisa Jadi Pilihan Penggantinya
Cara Meredam Knalpot Racing Agar Tak Kena Tilang dan Omel Warga
Tips Memilih Mobil Bekas Berkualitas Tanpa Tertipu
Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan Unggul di TPS 08 Bogor, Suara Tidak Sah Mencapai 36 Surat
Quick Count Pilkada Jakarta 2024: Pramono-Rano Unggul Sementara
Megawati Angkat Suara: 'Demokrasi Terancam Mati, Kumpulkan Bukti Intimidasi Aparat Negara!'
Presiden Joe Biden Siap Kirimkan Paket Senjata $725 Juta untuk Ukraina, Termasuk Ranjau Darat dan Sistem Roket HIMARS