Filipina Percaya Aliansi AS Akan Tetap Kuat di Bawah Trump, Hadapi Ketegangan Laut Cina Selatan!

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Selasa, 26 November 2024 | 12:32 WIB
Philippines Flag (Image by Kaufdex from Pixabay)
Philippines Flag (Image by Kaufdex from Pixabay)

INSIBERNEWS - Dalam menghadapi ketegangan yang meningkat di Laut Cina Selatan, Filipina yakin bahwa dukungannya dari Amerika Serikat akan tetap stabil di bawah kepemimpinan Donald Trump, dengan fokus utama pada kerjasama militer dan ekonomi yang saling menguntungkan.

Duta Besar Filipina untuk AS, Jose Manuel Romualdez, menyatakan bahwa baik Demokrat maupun Republik di Washington memiliki komitmen bipartisan yang kuat untuk melawan pengaruh China di kawasan Indo-Pasifik, khususnya di Laut Cina Selatan, yang merupakan jalur perdagangan vital dunia.

Aliansi AS-Filipina yang Tak Terbendung

Romualdez menekankan bahwa kerjasama militer dan keamanan antara Filipina dan AS tidak akan terpengaruh oleh perubahan administrasi di Washington.

“Kepentingan Amerika Serikat untuk menjaga kawasan Indo-Pasifik tetap bebas, damai, dan stabil sangat jelas, terutama mengingat pentingnya sisi ekonominya, dengan triliunan dolar yang mengalir melalui Laut Cina Selatan,”

kata Romualdez dikutip oleh INSIBERNEWS pada 7 November 2024.

Pada masa pemerintahan Joe Biden, hubungan antara Filipina dan AS semakin erat, dengan kedua negara bekerja sama untuk menanggapi tindakan agresif China di Laut Cina Selatan dan dekat Taiwan.

Namun, Romualdez yakin bahwa komitmen AS terhadap Filipina akan tetap kokoh meskipun Trump kembali menjabat, mengingat adanya dukungan bipartisan yang kuat di Kongres AS.

 Baca Juga: Jepang dan AS Siapkan Rencana Rudal Menghadapi Keadaan Darurat di Taiwan, Langkah Ini Bisa Guncang Asia!

Tantangan Laut Cina Selatan: Filipina dan China

Laut Cina Selatan adalah kawasan yang sangat diperebutkan. China mengklaim hampir seluruh wilayah ini, meskipun klaimnya bertentangan dengan hukum internasional dan melibatkan negara-negara lain seperti Filipina, Vietnam, dan Indonesia.

Di kawasan ini, China telah membangun pulau-pulau buatan, dilengkapi dengan landasan pacu dan sistem rudal, memperburuk ketegangan yang sudah ada.

Filipina, di bawah Presiden Ferdinand Marcos Jr., telah memperkuat kerjasama militer dengan AS, termasuk dengan meningkatkan jumlah pangkalan yang dapat diakses oleh pasukan AS.

Dari sebelumnya hanya lima, kini ada sembilan pangkalan yang bisa diakses, dengan beberapa di antaranya terletak dekat Laut Cina Selatan.

Pangkalan-pangkalan ini memainkan peran strategis, memungkinkan pasukan AS untuk melakukan latihan militer gabungan dan memberikan dukungan lebih cepat jika terjadi konflik.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, AS telah mengusulkan $128 juta untuk perbaikan infrastruktur di pangkalan-pangkalan Filipina, serta janji $500 juta untuk mendukung militer dan penjaga pantai Filipina. Ini memperlihatkan keseriusan AS dalam memperkuat aliansinya dengan Manila.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X