INSIBERNEWS - Dalam menghadapi ketegangan yang meningkat di Laut Cina Selatan, Filipina yakin bahwa dukungannya dari Amerika Serikat akan tetap stabil di bawah kepemimpinan Donald Trump, dengan fokus utama pada kerjasama militer dan ekonomi yang saling menguntungkan.
Duta Besar Filipina untuk AS, Jose Manuel Romualdez, menyatakan bahwa baik Demokrat maupun Republik di Washington memiliki komitmen bipartisan yang kuat untuk melawan pengaruh China di kawasan Indo-Pasifik, khususnya di Laut Cina Selatan, yang merupakan jalur perdagangan vital dunia.
Aliansi AS-Filipina yang Tak Terbendung
Romualdez menekankan bahwa kerjasama militer dan keamanan antara Filipina dan AS tidak akan terpengaruh oleh perubahan administrasi di Washington.
“Kepentingan Amerika Serikat untuk menjaga kawasan Indo-Pasifik tetap bebas, damai, dan stabil sangat jelas, terutama mengingat pentingnya sisi ekonominya, dengan triliunan dolar yang mengalir melalui Laut Cina Selatan,”
kata Romualdez dikutip oleh INSIBERNEWS pada 7 November 2024.
Pada masa pemerintahan Joe Biden, hubungan antara Filipina dan AS semakin erat, dengan kedua negara bekerja sama untuk menanggapi tindakan agresif China di Laut Cina Selatan dan dekat Taiwan.
Namun, Romualdez yakin bahwa komitmen AS terhadap Filipina akan tetap kokoh meskipun Trump kembali menjabat, mengingat adanya dukungan bipartisan yang kuat di Kongres AS.
Tantangan Laut Cina Selatan: Filipina dan China
Laut Cina Selatan adalah kawasan yang sangat diperebutkan. China mengklaim hampir seluruh wilayah ini, meskipun klaimnya bertentangan dengan hukum internasional dan melibatkan negara-negara lain seperti Filipina, Vietnam, dan Indonesia.
Di kawasan ini, China telah membangun pulau-pulau buatan, dilengkapi dengan landasan pacu dan sistem rudal, memperburuk ketegangan yang sudah ada.
Filipina, di bawah Presiden Ferdinand Marcos Jr., telah memperkuat kerjasama militer dengan AS, termasuk dengan meningkatkan jumlah pangkalan yang dapat diakses oleh pasukan AS.
Dari sebelumnya hanya lima, kini ada sembilan pangkalan yang bisa diakses, dengan beberapa di antaranya terletak dekat Laut Cina Selatan.
Pangkalan-pangkalan ini memainkan peran strategis, memungkinkan pasukan AS untuk melakukan latihan militer gabungan dan memberikan dukungan lebih cepat jika terjadi konflik.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, AS telah mengusulkan $128 juta untuk perbaikan infrastruktur di pangkalan-pangkalan Filipina, serta janji $500 juta untuk mendukung militer dan penjaga pantai Filipina. Ini memperlihatkan keseriusan AS dalam memperkuat aliansinya dengan Manila.
Artikel Terkait
Wakil Presiden Filipina Sara Duterte Ancam Bunuh Presiden Filipina: Drama Politik yang Menggegerkan
Pemerintah Filipina Tanggapi Ancaman Duterte: Vonis Hukum Menanti Setelah Klaim Pembunuhan!
Pesawat Kargo DHL Jatuh di Lithuania: 1 Tewas, 3 Luka-Luka, dan Penyebab Masih Misteri
Batal Sudah! Hakim Tolak Kasus Pemilu Trump 2020, Kemenangan Besar Bagi Presiden Terpilih!
Trump Janji Tarik Tarif 25% untuk Kanada & Meksiko, 10% Untuk China – Dampaknya Bisa Mengguncang Ekonomi Global!
Jepang dan AS Siapkan Rencana Rudal Menghadapi Keadaan Darurat di Taiwan, Langkah Ini Bisa Guncang Asia!