Program ini dirancang dengan durasi pelatihan antara 6 hingga 24 bulan, tergantung pada spesialisasi yang dipelajari.
Selain onkologi, program ini juga mencakup bidang kesehatan lainnya, seperti kardiologi intervensional.
Baca Juga: Sidang Praperadilan Tom Lembong Akan Digelar Besok, Pengacara Optimis Permohonan Dikabulkan
Kerja sama dengan empat negara tersebut dilakukan untuk mengatasi keterbatasan kapasitas pendidikan spesialis di dalam negeri.
Dengan langkah ini, Budi berharap penanganan kanker di Indonesia dapat lebih merata dan pasien di daerah-daerah juga dapat menerima layanan kesehatan yang lebih baik.
"Kami berupaya menyelamatkan lebih banyak nyawa dengan meningkatkan akses terhadap dokter spesialis," tutupnya.
Baca Juga: Sukamta Usulkan TNI Terlibat dalam Pemberantasan Judi Online dan Pengelolaan Asetnya
Program ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjawab tantangan besar di sektor kesehatan sekaligus memberikan harapan baru bagi pasien kanker di Tanah Air.
Artikel Terkait
Kisi-kisi Terbaru Formasi Penyusun Materi Hukum dan Perundang-undangan, Persiapkan SKB CPNS 2024 Makin PD dan Optimis!
Putin Larang Adopsi Anak untuk Warga Negara yang Melegalkan Perubahan Gender
LRT Jakarta Rayakan 5 Tahun Operasional dengan Inovasi dan Aktivitas Meriah
Pramono Anung dan Rano Karno Siap Coblos di Pilkada Jakarta 2024, Tanpa Pelanggaran Masa Tenang
Sukamta Usulkan TNI Terlibat dalam Pemberantasan Judi Online dan Pengelolaan Asetnya
Sidang Praperadilan Tom Lembong Akan Digelar Besok, Pengacara Optimis Permohonan Dikabulkan
KPK Ungkap Dugaan Pemerasan oleh Gubernur Bengkulu, Amplop 'Serangan Fajar' Disita
Razman Arif Jadi Tersangka Atas Laporan Hotman Paris di PN Jakarta Utara, Razman Sebut Kasusnya Biasa dan Kecil
Chef Juna Resmi Bergabung Sebagai Komisaris Independen di PT Lima Dua Lima Tiga Tbk
Dorong Mobilitas Modern, MRT Jakarta Gandeng JIEP Kembangkan TOD di Pulo Gadung