Dorong Mobilitas Modern, MRT Jakarta Gandeng JIEP Kembangkan TOD di Pulo Gadung

Photo Author
- Senin, 25 November 2024 | 18:17 WIB
Dorong Mobilitas Modern, MRT Jakarta Gandeng JIEP Kembangkan TOD di Pulo Gadung (Photo : Jakarta Smart City)
Dorong Mobilitas Modern, MRT Jakarta Gandeng JIEP Kembangkan TOD di Pulo Gadung (Photo : Jakarta Smart City)

INSIBERNEWS - PT MRT Jakarta (Perseroda) resmi menjalin kolaborasi strategis dengan PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) untuk mengembangkan kawasan Transit Oriented Development (TOD) di Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Inisiatif ini bertujuan mendukung proyek besar jalur MRT Timur-Barat yang dirancang sebagai bagian dari Fase 3 pengembangan MRT Jakarta.

Baca Juga: Chef Juna Resmi Bergabung Sebagai Komisaris Independen di PT Lima Dua Lima Tiga Tbk

Direktur MRT Jakarta, Farchad Husein Mahfud, menyampaikan optimisme terhadap kemitraan tersebut. Ia menegaskan bahwa pembangunan kawasan TOD di sekitar jalur MRT tidak hanya akan meningkatkan aksesibilitas warga, tetapi juga menciptakan ekosistem kota yang lebih modern dan berkelanjutan.

"Kami percaya, pengembangan TOD di kawasan ini akan menjadi langkah signifikan untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota global dengan transportasi publik yang terintegrasi," ujar Farchad dalam keterangan resmi, Senin (25/11/2024).

Baca Juga: Razman Arif Jadi Tersangka Atas Laporan Hotman Paris di PN Jakarta Utara, Razman Sebut Kasusnya Biasa dan Kecil

JIEP, sebagai mitra dalam proyek ini, menyatakan dukungan penuh untuk pengembangan stasiun MRT di dekat kawasan industri mereka.

TOD Pulo Gadung nantinya akan dirancang agar mampu memenuhi kebutuhan para pekerja, pengusaha, dan masyarakat umum yang bergerak di kawasan ini.

"Kolaborasi ini merupakan peluang besar untuk meningkatkan konektivitas kawasan industri Pulo Gadung dengan berbagai wilayah strategis lainnya di Jakarta dan sekitarnya," ungkap perwakilan JIEP.

Baca Juga: KPK Ungkap Dugaan Pemerasan oleh Gubernur Bengkulu, Amplop 'Serangan Fajar' Disita

Jalur MRT Timur-Barat (Cikarang–Balaraja) sepanjang 84,1 kilometer dirancang untuk menjadi salah satu tulang punggung transportasi publik di Jabodetabek.

Proyek ini tidak hanya diharapkan memperkuat jaringan transportasi Jakarta tetapi juga memacu pertumbuhan ekonomi di sepanjang koridor tersebut.

Baca Juga: Sidang Praperadilan Tom Lembong Akan Digelar Besok, Pengacara Optimis Permohonan Dikabulkan

Dalam visi yang lebih besar, MRT Jakarta terus mengembangkan konsep TOD sebagai pendekatan integratif antara transportasi dan tata ruang kota.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X