Bahlil Lahadalia: Ekspor Listrik ke Singapura Harus Untungkan Indonesia

Photo Author
- Senin, 25 November 2024 | 08:35 WIB
Bahlil Lahadalia: Ekspor Listrik ke Singapura Harus Untungkan Indonesia (Photo : Bloomberg)
Bahlil Lahadalia: Ekspor Listrik ke Singapura Harus Untungkan Indonesia (Photo : Bloomberg)

INSIBERNEWS - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan pentingnya mempertimbangkan ulang rencana ekspor listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) ke Singapura.

Ia menekankan bahwa perjanjian tersebut harus dibahas melalui pendekatan antar pemerintah (government-to-government/G to G) untuk memastikan kepentingan Indonesia tetap terjaga.

Baca Juga: Jelang Pilkada, Marak Terjadi Politik Uang, Bawaslu Ingatkan Ada Ancaman Pidana

"Saya sudah bilang, ini harus dibicarakan G to G. Kita harus melihat ini sebagai kepentingan bangsa. Saat ini dunia sedang bergerak ke arah industri hijau dan energi hijau, jadi kita harus memanfaatkan peluang ini untuk menghasilkan produk yang bersih," ujar Bahlil dalam keterangannya, Sabtu (23/11/2024).

Baca Juga: Cara Memilih Pemimpin Daerah Terbaik di Pilkada 2024, Bagaimana Caranya?

Bahlil menyoroti pentingnya Indonesia memanfaatkan keunggulan komparatif yang dimiliki, terutama dalam sektor energi baru terbarukan.

"Kita punya potensi besar di energi terbarukan yang tidak dimiliki banyak negara lain. Jadi, rencana ekspor ini harus benar-benar dipikirkan dengan matang. Saat ini kami sedang menyusun konsepnya," jelasnya.

Baca Juga: Pramono Anung Beri Janji untuk Bereskan Masalah Disparitas Warga Jakarta

Ia juga menekankan perlunya kesepakatan yang saling menguntungkan. Menurut Bahlil, ekspor energi ke negara lain tidak boleh hanya menguntungkan satu pihak saja.

"Negara lain mungkin butuh energi kita, tapi kita juga harus dapat manfaat yang jelas. Misalnya, ada investasi atau kerja sama yang bisa mendorong pengembangan energi di dalam negeri," ujarnya.

Baca Juga: Antisipasi Gangguan Jelang Pilkada 2024, Polsek Cibatu Lakukan Patroli Kring Serse

Lebih jauh, Bahlil menegaskan bahwa Indonesia harus memastikan posisinya tetap kuat dalam setiap negosiasi. Ia tidak ingin Indonesia hanya menjadi pemasok tanpa mendapatkan nilai tambah.

"Kita tidak bisa hanya memberikan keuntungan besar kepada negara lain tanpa imbalan yang setara. Win-win solution harus jadi prioritas," tegasnya.

Baca Juga: Pesan Ridwan Kamil sebagai Cagub Jakarta di Pilkada 2024, Singgung Pemimpin Pancasila

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X