Waspada! WHO Masih Pertahankan Status Darurat Global untuk Mpox, Meningkatnya Kasus Memicu Kewaspadaan Tinggi

Photo Author
- Sabtu, 23 November 2024 | 12:26 WIB
Waspada Mpox di Indonesia!  (Freepik)
Waspada Mpox di Indonesia! (Freepik)

INSIBERNEWS - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memutuskan untuk mempertahankan status darurat global bagi mpox, atau yang lebih dikenal dengan nama cacar monyet.

Keputusan ini diambil setelah melihat peningkatan kasus yang signifikan di beberapa wilayah dunia, terutama di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan negara-negara tetangganya.

Baca Juga: Ahok Hadiri Kampanye Akbar Pramono Anung dan Rano Karno Gelar di GBK

Mpox telah ditetapkan sebagai Keadaan Darurat Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Global sejak Agustus 2024, dan hingga saat ini, ancaman terhadap kesehatan masyarakat tetap tinggi.

Pernyataan ini dikeluarkan setelah pertemuan Komite Darurat WHO yang terdiri dari pakar kesehatan independen pada Jumat (22/11/2024) di Jenewa, Swiss.

Baca Juga: Maruarar Sirait Prediksi Dukungan Nonmuslim untuk Pramono-Rano Akan Beralih ke Ridwan Kamil-Suswono Karena Anies Baswedan

Mereka menilai bahwa lonjakan kasus dan penyebaran geografis yang terus berlanjut menunjukkan bahwa wabah ini masih membutuhkan perhatian besar.

"Peningkatan jumlah kasus dan tantangan operasional yang dihadapi di lapangan menjadi alasan utama untuk mempertahankan status darurat ini," ungkap WHO dalam siaran persnya.

Baca Juga: Ganjil-Genap Ditiadakan, Persiapan Jakarta Hadapi Pilkada 2024

WHO menambahkan bahwa meskipun beberapa upaya pencegahan telah dilakukan, termasuk peluncuran vaksin mpox gelombang pertama bulan lalu, tantangan tetap ada.

Hasil vaksinasi tersebut menunjukkan dampak positif dalam mengurangi penyebaran penyakit, namun badan kesehatan global ini menekankan bahwa masih diperlukan lebih banyak data substansial untuk menilai efektivitas vaksin secara menyeluruh.

Baca Juga: Prabowo Tegaskan Dukungan Indonesia untuk Palestina di Tengah Konflik Gaza

Gelombang pertama vaksin mpox diluncurkan dengan harapan bisa memperlambat laju penularan.

Namun, WHO menyatakan bahwa tantangan masih besar, mengingat penyebaran yang terus terjadi dan adanya kemungkinan gelombang baru.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X