INSIBERNEWS - BPJS Kesehatan saat ini terancam akan gagal bayar pada tahun 2026.
Hal ini terjadi karena BPJS Kesehatan terus menerus mengalami defisit terutama di 2024.
Bahkan sepanjang Januari hingga Oktober 2024, BPJS Kesehatan alami defisit sebesar Rp12,83 triliun.
Baca Juga: Dukung Pramono Anung, Anies Baswedan Sampaikan Program untuk Jakarta Akan Dilanjutkan
Hal ini disampaikan langsung oleh Dirut BPJS Kesehatan yaitu Ali Ghufron pada Senin (18/11/2024).
Dilansir INsibernews dari akun Instagram @ngomonginuang (23/11/2024), Ali Ghufron menyampaikan bahwa penyebab dari defisit yang dialami BPJS adalah karena meningkatnya utilitas.
“Yang bikin defisit tentu utilitas. Utilitas itu meningkat, dulu cuma 252 ribu sehari (2014), sekarang 1,7 juta sehari. Melompatinya berapa? Itu. Kalau utilitas kita harus bayar,” ungkap Ali Ghufron.
Baca Juga: Sudah Dengar? Rose BLACKPINK Telah Rilis Resmi Single Terbaru 'Number One Girl'
Dalam beberapa tahun terakhir, utilitas pelayanan kesehatan mengalami peningkatan signifikan.
Hal ini berkat kemajuan teknologi dan kebijakan yang mendukung akses lebih luas kepada masyarakat.
Selain kemajuan teknologi, peningkatan infrastruktur dan pemerataan fasilitas kesehatan berperan penting.
Baca Juga: Ini 5 Problem Jakarta yang Akan Diprioritaskan oleh Rano Karno untuk Diselesaikan
Banyak daerah yang kini mengembangkan rumah sakit dan klinik yang lebih modern, serta memperluas cakupan layanan kesehatan ke wilayah yang sebelumnya kurang terjangkau.
Artikel Terkait
Saaih Halilintar Gagal Wakili Banten di PON Gegara NPWP dan BPJS, Netizen Kritik: Selama Ini Gak Pernah Bayar Pajak Dong?
Sosialiasi Terhadap 121 Kantor Notaris PPAT, Kajari Purwakarta Laksanakan Pendampingan Hukum Terhadap BPJS Ketenagakerjaan
BRI dan BPJS Kesehatan Bekerja Sama Tingkatkan Kualitas Infrastruktur Kesehatan di Indonesia
DPR Dorong Subsidi Iuran BPJS Ketenagakerjaan Bagi Pekerja Informal
Hadapi Potensi Defisit, BPJS Kesehatan Rencanakan Kenaikan Iuran JKN di 2025