INSIBERNEWS - Seiring berlanjutnya konflik dengan Palestina, Israel menghadapi tekanan ekonomi yang semakin besar.
Salah satu langkah yang diambil pemerintah Israel untuk menutupi biaya perang yang membengkak adalah dengan menaikkan pajak.
Keputusan ini dibuat untuk mengalihkan sebagian besar anggaran negara Israel ke sektor pertahanan yang membutuhkan dana besar, mengingat pengeluaran militer yang melonjak tajam.
Pajak yang dinaikkan mencakup berbagai sektor, mulai dari pajak penghasilan pribadi hingga pajak korporasi dan PPN.
Pemerintah Israel berharap, dengan menaikkan tarif pajak, mereka dapat mengumpulkan dana yang diperlukan.
Hal tersebut untuk mendanai operasi militer, membeli persenjataan, serta memperbaiki kerusakan infrastruktur yang disebabkan oleh serangan.
Di samping itu, pajak baru ini juga digunakan untuk membiayai bantuan kemanusiaan dan pemulihan bagi warga yang terdampak konflik.
Dilansir INsibernews dari akun Instagram @ngomonginuang (15/11/2024), Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich menyampaikan mengenai anggaran negara tahun 2025.
Yaitu fokus pada keamanan negara, selain itu Bezalel Smotrich juga menginginkan kemenangan yang didukung oleh anggaran.
Baca Juga: Akibat Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, Penerbangan Batal dan Bandara Ditutup
“Tujuan utama anggaran 2025 adalah menjaga keamanan negara dan meraih kemenangan di semua lini, sekaligus menjaga ketahanan perekonomian Israel,” Bezalel Smotrich.
Artikel Terkait
Parlemen Israel Sahkan Undang-undang yang Izinkan Penahanan Anak di Bawah 14 tahun
Serangan Udara Israel Hancurkan Kampus di Lebanon, Universitas Lebanon Tetap Berdiri Teguh!
Israel Menjadi Salah Satu Negara yang Diuntungkan Atas Kemenangan Donald Trump, Kok Bisa?
Desakan Pangeran Mohammed bin Salman: Israel Diminta Hentikan Serangan ke Iran
Israel Rugi hingga Rp649 Triliun Dalam Setahun Akibat Konflik dengan Palestina