Anak SD Bakal Belajar Coding? Berikut 3 Fakta Soal Kebijakan Baru Mendikdasmen yang Menuai Sorotan Warganet

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Kamis, 14 November 2024 | 08:35 WIB
Potret Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mukti  (Instagram.com/@abe_mukti)
Potret Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mukti (Instagram.com/@abe_mukti)

INSIBERNEWS - Perhatian publik kembali tertuju kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mukti usai mengungkap kurikulum baru untuk siswa Sekolah Dasar (SD).

Disebutkan Mukti, siswa yang duduk di kelas 4 hingga 6 SD akan menerima mata pelajaran Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

Mendikdasmen RI itu juga menyebut mata pelajaran coding atau menulis kode dalam bahasa program komputer juga akan diterapkan.

"Untuk SD itu tidak mulai dari kelas 1 ya, tapi nanti mulai kelas 4, kelas 5, kelas 6," ujar Mukti kepada awak media di Kantor PP Muhammadiyah Jalan Cik Ditiro, Kota Yogyakarta, pada Rabu, 13 November 2024.

Baca Juga: Momen Latihan Perdana Kevin Diks Bareng Timnas Indonesia, Jumlah Followersnya Langsung Nambah Kalahkan Medsos Klub FC Kobenhavn

Seperti yang diketahui, pelajaran coding umumnya diterapkan untuk siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) maupun di bangku perkuliahan.

Terkait hal ini, Mendikdasmen juga sempat mendapatkan sorotan publik terkait gagasannya dalam mengubah pendekatan belajar di sistem pendidikan Indonesia.

Berikut ini ulasan terkait sejumlah pendekatan belajar baru yang digagas oleh sang Mendikdasmen RI:

Baca Juga: Ditantang untuk Sumpah Pocong, Ibu-ibu UMKM Sambangi Rumah Farhat Abbas Bawa Kain Kafan dan Bunga Melati

1. AI dan Coding Untuk Anak Kelas 4 SD
Seperti diketahui, Mukti akan mulai menerapkan mata pelajaran (mapel) AI dan Coding untuk para siswa yang duduk di bangku sekolah SD kelas 4 hingga 6.

Meski akan mengubah kurikulum pendidikan dasar di Indonesia, Mukti menyebut mata pelajaran baru itu hanya menjadi mapel pilihan.

"Bukan mata pelajaran wajib," ujar Mukti dalam kesempatan yang sama.
Mendikdasmen RI itu juga menjelaskan gagasan mapel baru itu bukanlah hal yang baru seraya menyebut sejumlah SD di Indonesia sudah menerapkan pelajaran coding.

Baca Juga: Bank Dunia Menilai Bansos Lebih Efektif Mengurangi Kemiskinan Dibandingkan Subsidi

"Ternyata, beberapa SD di Jakarta bahkan di Aceh itu sudah ada yang mengembangkan coding untuk SD," terang Mukti.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Sumber: Pemberitaan Media Siber

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X