INSIBERNEWS - Kembali terjadi penyerangan warga sipil oleh prajurit TNI, kali ini terjadi di Desa Selamat, Deli Serdang, Sumatera Utara.
Menurut Kepala Desa Selamat, prajurit TNI yang tidak menggunakan seragam mendatangi Desa Selamat pada pukul 22.00 WIB, 13 November 2024.
Prajurit TNI tersebut diklaim berjumlah sekitar 33 orang yang sedang mencair keberadaan seorang warga.
Baca Juga: Prabowo Desak AS: Masalah Di Palestina Harusnya Jadi Prioritas!
Diduga, sebelumnya ada warga yang cekcok dengan anggota TNI Batalyon Artileri Medan (Armed) saat di jalan.
Menurut seorang korban, para anggota TNI mencari orang bernama Andre Ginting.
Prajurit TNI kemudian menyerang warga di jalan, mendobrak rumah warga. Warga yang berada di dalam rumah, diseret keluar, dipukul, dan beberapa dihantam senjata tajam, double stick.
Baca Juga: Desakan Pangeran Mohammed bin Salman: Israel Diminta Hentikan Serangan ke Iran
Akibat tragedi ini, terdapat korban meninggal yang bernama Raden Barus (61). Ια adalah tokoh masyarakat yang dituakan di desa.
Barus ditemukan tergeletak di pinggir jalan dengan luka di kepala dan badan. la meninggal saat perjalanan ke rumah sakit.
Jenazah Barus kemudian dibawa ke markas Armed-2 sebagai bentuk protes menuntut keadilan, pada Sabtu, 9 November 2024.
Selain Barus, ada 8 warga yang terkena luka berat dibawa ke Rumah Sakit Umum Sembiring.
Artikel Terkait
Sinergitas TNI-Polri di Purwakarta, Bersama Masyarakat Dalam Menjaga Kebersihan Keindahan Lingkungan
Program Prioritas Pemerintah Menjelang Pilkada 2024, Sinergitas TNI-Polri Dalam Problem Solving
Dalam Rangka Peringati Hari Pahlawan, BRI Berikan Bantuan Beasiswa Bagi Anak TNI dan Polri
Menurut Kepala Desa, Begini Kronologi Penyerangan 33 Prajurit TNI Terhadap Desa di Deli Serdang
Menurut Panglima TNI, Begini Kronologi Penyerangan 33 Prajurit TNI Terhadap Desa di Deli Serdang