Baca Juga: Ngakak! IShowSpeed Ajak Paul Pogba Ngomong Bahasa Indonesia, Salah Arti Bikin Pecah!
Berawal dari tekad tersebut, munculah sebuah ide untuk membuka usaha sambal yang dibuat secara tradisional.
“Pada saat era pandemi Covid-19, ada banyak orang yang membutuhkan makanan dengan sumber vitamin C untuk menjaga imunitas. Cabai sendiri memiliki kandungan vitamin C yang tinggi, sehingga saya memulai inisiasi untuk membuat sambal sebagai produk bisnis saya. Alhamdulillah pada waktu itu Sambal Mak Kocai sangat diterima oleh masyarakat sekitar. Mereka sangat terbantu dengan adanya Sambal Mak Kocai sebagai kebutuhan makanan pokok dalam kondisi lockdown dan produk ini pun bisa terus bertahan sampai saat ini,” cerita Ade.
Sebagai salah satu UMKM peserta program Pelatihan Ekspor, Ade merasa bersyukur bisa mendapatkan ilmu sekaligus pendampingan langsung dari BRI agar usahanya bisa menjangkau pasar yang lebih luas.
Ia pun berharap bahwa lewat program ini, usaha Sambal Mak Kocai yang dibangun dari nol tersebut dapat terus berkembang dan mendapatkan omset yang semakin besar.
Baca Juga: Kombinasi Warna dan Furnitur untuk Kamar Tidur Estetik Minimalis yang Terlihat Modis
Selain Ade, Teuku Akmal juga menjadi pelaku UMKM lainnya yang mendapatkan manfaat dari program pelatihan ini. Pria berusia 38 tahun tersebut diketahui memulai brand fesyen miliknya sejak tahun 2019 silam.
Berawal dari kecintaannya pada dunia fesyen dan juga wujud cinta terhadap keindahan Indonesia, Teuku pun menghadirkan produk yang mengedepankan unsur kearifan lokal di dalamnya.
“Usaha kami menghadirkan produk pelengkap penampilan, yaitu scarf dan juga outer scarf yang bernuansa keindahan Indonesia. Produk ini bisa diandalkan sebagai pelengkap penampilan yang memberikan kesan formal, namun tetap fashionable,” ucapnya.
Baca Juga: Transisikan Kamar Tidur Jadi Estetik, Gaya Modern Minimalis untuk Tampilan Modis
Selama menjalani program Pelatihan Ekspor dari BRI, Teuku bercerita bahwa dirinya banyak belajar tentang hal-hal yang diperlukan untuk mengekspansi usaha miliknya, agar tak hanya menjangkau pasar lokal saja, melainkan juga internasional.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi saya yang baru mulai mempelajari dan mengenal dunia ekspor, baik dari pengenalan terhadap mencari negara tujuan ekspor hingga perhitungan biaya yang dibutuhkan. Dengan mengikuti pelatihan ini, saya berharap agar bisnis yang saya miliki bisa terus bertumbuh dan berkembang sesuai harapan dan pastinya bisa melakukan ekspor ke berbagai negara luar,” imbuhnya.
Artikel Terkait
Heboh! Siswi SD di Cianjur Digunduli Gurunya Tanpa Izin, Orang Tua Geram! Diduga Karena Banyak Kutu Menimbulkan Pro Kontra di Sosmed
Ngakak! IShowSpeed Ajak Paul Pogba Ngomong Bahasa Indonesia, Salah Arti Bikin Pecah!
Kabar Gembira! Medical Check-Up Gratis Saat Ulang Tahun, Hadiah tahun 2025 dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi
Rapat Paripurna DPRD, Pj Bupati Purwakarta Sampaikan Mengenai Tiga Raperda
Sekda Purwakarta Ikut Giat Rakor Dwimingguan Ke-39 Pengendalian Inflasi Daerah se-Jabar
Bertugas Pada Pilkada Serentak 2024, 10,234 Anggota KPPS di Purwakarta Resmi Dilantik
Disdik Purwakarta Menerima Kunjungan Tamu Dirjen PAUD, Berikut Ini Pokok yang Dibahas
Ratusan Pelajar Antusias Ikut Giat Sosialisasi Bahaya Narkoba Polres Subang
Deretan Artis yang Pernah Diperiksa Karena Diduga Lakukan Promosi Judi Online Seperti Sadbor
Terjadi Lagi, Warga Tolak Tempat Ibadah Sementera Gereja Mawar Sharon, Kali Ini Terjadi di Cirebon