INSIBERNEWS - Kasus tindak pidana pertanahan yang terjadi di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat diungkap oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Meski masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan berakhir pada 20 Oktober 2024 mendatang, dikatakan AHY bahwa pihaknya akan tetap menunjukkan komitmen untuk terus memberantas para mafia tanah.
"Walaupun 20 Oktober biasanya sudah fokus pada urusan politik dan transisi kepemimpinan, tapi kehadiran kami dan kita semua menunjukkan bahwa tugas pokok tetap nomor satu dan kita lanjutkan 'gebuk' mafia tanah," kata Menteri AHY dalam konferensi pers di Polres Metro Bekasi, pada Selasa, 15 Oktober 2024.
Baca Juga: PBB Ungkap Israel Halangi 85 Persen Konvoi Bantuan Kemanusiaan ke Gaza Utara
Disebutkan sebanyak dua kasus mafia tanah di Kabupaten Bekasi telah berhasil diungkap dengan total kerugian mencapai Rp7,9 miliar.
Kasus Pertama: Pemalsuan Akta Tanah
AHY menjelaskan, kasus pertama merupakan pemalsuan akta tanah yang melibatkan lima orang tersangka, yakni ES, OS, D, RA dan RDS.
Komplotan mafia itu bekerja sama untuk menawarkan tanah kepada korban yang nilai kerugiannya mencapai Rp4,07 miliar.
AHY mengungkap, salinan akta jual beli itu diduga telah dipalsukan tersangka dan tidak tercatat dalam buku repertorium atau ekstensi dari akta yang dapat menunjukkan kebenaran bahwa akta itu dikeluarkan oleh notaris yang bersangkutan.
Baca Juga: Polsek Cibatu Giatkan Patroli KRYD Siang Guna Mencegah Kejahatan
"Faktanya, salinan akta jual-beli tersebut adalah palsu dan tidak tercatat dalam buku repertorium," ungkapnya.
Akibat dari tindakan pemalsuan itu, korban dirugikan karena tidak dapat melakukan proses penerbitan sertifikat atas nama sendiri.
Kasus Kedua: Modus Operandi Sertifikat Palsu
Menteri AHY menerangkan, kasus kedua melibatkan dua tersangka dan 37 korban yang jumlahnya masih berpotensi bertambah.
AHY menyebut Tersangka RD menggandakan puluhan sertifikat hak milik orang tuanya yang dibantu Tersangka PS.
Artikel Terkait
Raden Raden Dodi Triono Disebut Bakal Jadi Menteri Prabowo, Yuk Intip Profilnya: Umur hingga Instagram
Berapa Harta Kekayaan yang Dimiliki Erick Thohir? Calon Menteri Prabowo Subianto
Wow! Program Makan Gratis Prabowo-Gibran Ternyata Butuh Dana Rp1,2 Triliun Per Hari
Anggaran Program Makan Gratis Bengkak, Menkeu Ungkap RAPBN 2025 Tidak Cukup?
Polsek Cibatu Giatkan Patroli KRYD Siang Guna Mencegah Kejahatan
Dengarkan Aspirasi Masyarakat dan Tingkatkan Keamanan, Polsek Cibatu Gelar Kegiatan Sambang
Prabowo Prioritaskan Program Makan Gratis Bergizi, Ternyata Miliki Manfaat Penting Ini
Para Calon Menteri di Kabinet Presiden Terpilih Prabowo Subianto Ikuti Pembekalan di Hambalang
Bertema Jurnalisme Berkualitas, Jaringan Pemred Promedia Gelar Diskusi Bersama Komite Publisher Rights
PBB Ungkap Israel Halangi 85 Persen Konvoi Bantuan Kemanusiaan ke Gaza Utara