INSIBERNEWS -Program makan bergizi bagi para siswa merupakan program milik presiden terpilih Prabowo Subianto.
Namun ternyata program makan bergizi membutuhkan dana yang tidak sedikit mengingat banyaknya jumlah siswa di Indonesia.
Karena penerima program makan bergizi tidak hanya siswa saja tetapi adalah anak PAUD, siswa SD, SMP, SMA, ibu hamil dan juga balita.
Baca Juga: Calon Menteri yang Mendapat Panggilan dari Prabowo Tidak Ada yang Berasal dari PDIP, Kenapa?
Dilansir INsibernews dari akun Instagram @ngomonginuang (16/10/2024), Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana mengungkapkan jika program makan bergizi sudah berjalan penuh maka dibutuhkan anggaran Rp1,2 triliun per hari.
“Kalau ini jalan, Badan Gizi Nasional spending harian Rp1,2 triliun,” ungkap Dadan HIndayana.
“Ini uang yang tidak sedikit Rp1,2 triliun setiap hari Badan Gizi akan keluarkan untuk investasi SDM masa depan,” lanjutnya.
Program makan bergizi menjadi salah satu langkah strategis dalam investasi sumber daya manusia (SDM) yang berkelanjutan.
Nutrisi yang baik merupakan fondasi bagi pertumbuhan fisik dan kognitif anak-anak, yang merupakan generasi penerus bangsa.
Dengan memberikan akses kepada anak-anak untuk mendapatkan makanan bergizi, kita tidak hanya meningkatkan kesehatan mereka, tetapi juga potensi masa depan mereka.
Baca Juga: Agensi Bantah Akun yang Berkomentar Jahat ke Lee Hyeri Bukanlah Milik Han So Hee
Asupan nutrisi yang tepat dapat mendukung perkembangan otak dan meningkatkan kemampuan belajar.
Artikel Terkait
Wapres Terpilih Gibran melakukan uji Coba makan gratis ke siswa-siswi SD di Surabaya
Gibran Uji Coba Makan Gratis di Tangerang, Tak Lagi Gunakan Wadah Plastik
Apa Itu Susu Ikan yang akan Gantikan Susu Sapi di Makan Gratis Prabowo-Gibran?
Ahli Gizi Ungkap Susu Ikan Tak Tepat untuk Gantikan Susu Sapi di Program Makan Gratis
Jadi Tempat ‘Uji Coba’ Makan Gratis, Berikut Fakta Menarik SMAN 70 Jakarta, Sekolahnya Artis!